TRP
Tanjung Intan Berpotensi Jadi Pelabuhan Peti Kemas
15 Juli 2015 \\ \\ 555

CILACAP — Pelabuhan Tanjung Intan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, berpotensi menjadi pelabuhan bongkar muat peti kemas berskala internasional. Selain menjadi satu-satunya pelabuhan barang di Pulau Jawa bagian selatan, posisi Tanjung Intan juga strategis karena terlindung oleh Pulau Nusakambangan.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Tanjung Intan Djumadi, Selasa (14/7), mengatakan, Pelabuhan Tanjung Intan sangat berpotensi dijadikan pelabuhan bongkar muat peti kemas, baik domestik maupun mancanegara. Volume bongkar muat di pelabuhan terus meningkat.

Kinerja bongkar muat barang luar negeri di Tanjung Intan pada kuartal I-2015 terealisasi 6.154 ton per kapal per hari. Jumlah tersebut meningkat 129,31 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 4.759 ton. Adapun arus barang di dalam negeri kuartal I-2015 mencapai 3.455 ton per kapal per hari atau meningkat 12,7 persen dibandingkan dengan realisasi kuartal I-2014 yang sebesar 3.066 ton.

Djumadi mengungkapkan, peningkatan produktivitas itu ditopang peningkatan aset pelabuhan, antara lain perpanjangan dermaga dan pemasangan alat-alat mekanis modern seperti flapping crane. Selama ini, ujarnya, kegiatan bongkar muat di Tanjung Intan masih mengandalkan derek dari kapal. Padahal, di masa yang akan datang, kapal yang menggunakan ship crane (derek kapal) berkurang sehingga perlu derek di daratan.

Pelindo III juga mengoptimalkan lahan di sekitar pelabuhan seiring perkembangan industri di wilayah eks Keresidenan Banyumas. Dia mencontohkan, pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Cilacap dan pengoperasian pabrik semen di Ajibarang, Kabupaten Banyumas, membutuhkan bahan baku melalui Tanjung Intan. "Bahkan, ada rencana memindahkan pengiriman sapi impor dari Australia yang selama ini melalui Tanjung Priok ke Tanjung Intan," ujarnya.

Gerbang Jateng

Bupati Cilacap Tatto S Pamuji mengatakan, Tanjung Intan merupakan satu-satunya pelabuhan umum di pantai selatan Jawa. Fungsinya sebagai gerbang perekonomian Jateng bagian selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat bagian selatan untuk ekspor impor dan perdagangan antarpulau.

"Keung¬gulan Tanjung Intan terletak pada posisinya yang terlin¬dung Nusakambangan. Lalu lintas kapal dan bongkar muat barang berjalan lancar tanpa gangguan cuaca dan ganasnya ombak Samudra Hindia," ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Cilacap, Paijan mengatakan, potensi bongkar muat peti kemas di Tanjung Intan harus direalisasikan. Sebab, selain menambah pendapatan asli daerah, juga berdampak terhadap peningkatan usaha dan kesejahteraan masyarakat.

Terkait rencana itu, Manager Corporate Communication PT KAI Daop V Surono mengatakan, pihaknya siap mengoperasikan jalur rel yang menghubungkan Stasiun Cilacap ke Pelabuhan Tanjung Intan, termasuk pembenahan dan peningkatan jalur rel ke Pelabuhan Cilacap. (GRE)

Sumber: Kompas | 15 Juli 2015

Berikan komentar.