TRP
Ubah Wajah Perbatasan, Peran BNPP Diperkuat
15 Juli 2015 \\ \\ 458

JAKARTA — Untuk mengubah wajah perbatasan agar lebih baik tiga tahun mendatang, peran Badan Nasional Pengelola Perbatasan diperkuat. Pembangunan perbatasan yang selama ini ditangani sektoral oleh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah secara langsung akan dikoordinasi oleh BNPP sehingga lebih fokus.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan hal tersebut seusai rapat koordinasi lintas kementerian terkait pembangunan perbatasan, di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (14/7). "BNPP yang akan mengevaluasi pembangunan perbatasan mulai dari perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan hingga mengoordinasikan pembangunan dan pengawasannya," kata Tedjo.

Sementara terkait pelaksanaan pembangunannya, menurut Tedjo, tetap ditangani kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Alasannya, instansi-instansi tersebut memegang anggaran pembangunan perbatasan. "Dengan BNPP sebagai koordinator pembangunan, kementerian/lembaga dan pemda tak lagi berjalan sendiri-sendiri," ucapnya.

Menurut Tedjo, BNPP juga memiliki akses ke Presiden. "Jadi, jika ada kendala saat merealisasikan keinginan Presiden untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan, BNPP bisa langsung lapor ke Presiden," katanya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang merangkap Kepala BNPP menambahkan, pertemuan rutin BNPP dengan kementerian/lembaga yang punya program pembangunan di perbatasan akan digelar rutin. "Ini penting, tidak hanya agar pembangunan lebih fokus, tetapi juga mencegah tumpang tindih," ujarnya.

Setiap tahun, BNPP menargetkan pembangunan 50 kecamatan di perbatasan. Selanjutnya, tiga tahun mendatang, sebanyak 187 kecamatan perbatasan diharapkan sudah berubah wajahnya. Dana yang disiapkan untuk pembangunan tahun ini sekitar Rp 14 triliun.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, kementeriannya, antara lain, menargetkan semua daerah sudah terhubung jaringan tulang punggung serat optik. Menteri Perdagangan Rachmat Gobel merencanakan pembangunan gerai perbatasan di daerah perbatasan. (APA)

Sumber: Kompas | 15 Juli 2015

Berikan komentar.