TRP
Jalan Negara di Kalbar Diperbaiki
15 Juli 2015 \\ \\ 918

PONTIANAK — Setelah tertunda beberapa kali karena masalah lelang tender, akhirnya perbaikan jalan negara di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, ruas Tayan-Sosok dan Simpang Tanjung-Sosok, sepanjang 79 kilometer, mulai dikerjakan. Nilai kontrak pengerjaan jalan Rp 456 miliar dan direncanakan selesai dalam tiga tahun.

Ruas jalan negara tersebut sangat strategis karena menghubungkan Kota Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, dengan sejumlah kabupaten, antara lain Sanggau, Sekadau, Sintang, dan Kapuas Hulu, bahkan menghubungkan wilayah Indonesia dengan Malaysia. Dana pengerjaan jalan bersumber dari Bank Pembangunan Asia.

Berdasarkan catatan Kompas, total panjang jalan negara di Kalbar 1.664,55 kilometer. Sepanjang 114,75 kilometer kategori rusak, 16,01 kilometer rusak berat, dan 113,96 kilometer rusak sedang.

Jakius Sinyor, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar, Senin (13/7), di Pontianak, menuturkan, pada Selasa (23/6) pengerjaan jalan dimulai. "Sekarang mulai membuka badan jalan. Selain ditingkatkan kualitasnya, juga diperlebar dari 9 meter menjadi 14 meter dan akan dilengkapi saluran di sekitar jalan. Jalan dibuat untuk mampu dilintasi kendaraan bertekanan 8-10 ton," paparnya.

Jalan sepanjang 79 kilometer di Sanggau itu terdiri dari 41 kilometer dari Tayan menuju Sosok dan 38 kilometer dari Simpang Tanjung menuju Sosok. "Berdasarkan kontrak kerja dengan pihak yang mengerjakan jalan itu, tiga tahun selesai. Namun, kami berharap dua tahun jalan itu sudah bagus sehingga setahun terakhir tinggal mengerjakan saluran air," katanya.

Jakius menuturkan lebih lanjut, setelah jalan selesai, kendaraan yang melintasi jalan itu tidak boleh lebih dari 10 ton agar kondisi jalan terpelihara.

Penyelesaian jembatan

Pemerintah Provinsi Kalbar juga sedang dalam tahap menyelesaikan jembatan Tayan yang menghubungkan jalan Trans-Kalimantan. Pengerjaan jembatan sudah 85 persen dengan panjang jembatan 1.400 meter dengan biaya Rp 1 triliun. Dari jumlah itu, 10 persen dari APBD, selebihnya dari Tiongkok dan ditargetkan Oktober mendatang pengerjaan sudah selesai dan Desember diresmikan.

Eddy Suratman, Guru Besar Ilmu Ekonomi dari Universitas Tanjungpura, Pontianak, mengatakan, ruas jalan nasional lain di Kalbar masih ada yang rusak. Pemerintah hendaknya mempercepat perbaikan karena fungsinya strategis sebagai jalur mobilitas barang dan manusia, khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. "Jalan negara yang menghubungkan wilayah perbatasan dengan Malaysia di Sintang dan Kapuas Hulu. Untuk ruas yang dikerjakan sekarang baru ke arah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Entikong saja," papar Eddy. (ESA)

Sumber: Kompas | 14 Juli 2015

Berikan komentar.