TRP
Manfaatkan Lahan untuk Bioenergi
15 Juli 2015 \\ \\ 514

JAKARTA — Pemerintah mendorong pemanfaatan lahan kritis untuk pengembangan bioenergi. Pemanfaatan ini diharapkan mampu melibatkan pemerintah daerah, lembaga pemerintah, dan swasta.

Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, dalam acara penandatanganan nota kesepahaman bersama Program Pengembangan Bioenergi Lestari bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Senin (13/7), di Jakarta.

Menurut Sudirman, pelibatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah merupakan contoh. Penerapannya ada di dua kabupaten di provinsi itu, yakni Katingan dan Pulang Pisau. Total luas lahan yang dikembangkan mencapai 35 hektar (ha). Adapun jenis tanaman yang akan dikembangkan antara lain tanaman jarak pagar dan kemiri sunan.

"Konsep keberlanjutan harus menjadi dasar kami dalam memanfaatkan lahan kritis untuk pengembangan tanaman sumber bioenergi. Terobosan ini perlu melibatkan penggunaan teknologi yang tepat," kata Sudirman.

Mengenai anggaran, Sudirman menyebutkan, pemerintah pusat menggunakan dana APBN. Selain Kalimantan Tengah, kawasan lain yang akan dikembangkan untuk energi terbarukan adalah Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, lahan kritis umumnya bersumber dari perambahan atau hutan bekas pembalakan dan pertambangan ilegal. "Kami menggandeng lembaga, seperti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menjalankan program bioenergi ini," katanya.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, peran energi terbarukan pada 2025 sedikitnya 23 persen. Tahun 2050, porsinya diharapkan meningkat menjadi 31 persen.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang berpendapat, sinergi pemerintah pusat dan daerah itu baik. Pengembangan tanaman sumber bionergi diharapkan juga membantu kesejahteraan rakyat. (MED)

Sumber: Kompas | 14 Juli 2015

Berikan komentar.