TRP
Penegakan Hukum bagi Pelaku Perlu Diperkuat
13 Juli 2015 \\ \\ 376

JAMBI — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan bahwa penanganan kebakaran lahan di daerah harus berlangsung sinergis. Selain pencegahan dan penanggulangan, penegakan hukum bagi pelaku pembakaran perlu diperkuat.

"Kita sekarang tidak bisa lagi melakukan pembiaran," ujar Siti kepada pers dan pejabat daerah di Jambi seusai memantau kebakaran lahan dan hutan melalui udara, Sabtu (11/7).

Menurut Siti, selama ini pemerintah lepas kontrol terhadap pengawasan aktivitas dalam hutan. Ada sejumlah konsesi yang diketahui mengalami kebakaran berulang setiap tahun, tetapi kurang dikontrol.

Pihaknya mendesak agar kalangan dunia usaha melengkapi peralatan terkait penanganan kebakaran lahan dan mengamankan areal konsesinya. Selain itu, menjadi kewajiban pengusaha untuk membantu pengamanan di areal kebun masyarakat di sekitar konsesinya.

Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Junjungan Tambunan pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan bantuan pemadaman lewat modifikasi cuaca dan pengeboman air di Jambi. "Perlengkapan sudah siap. Saat ini, kami hanya tinggal menunggu permintaan resmi dari pemerintah daerah," katanya.

Siti mendapati kebakaran lahan masih tersebar di sejumlah lokasi, antara lain ekosistem konservasi anggrek alam Hutan Pematang Damar, hutan lindung gambut, area kebun masyarakat di sekitar ekosistem Taman Nasional Berbak, dan perkebunan sawit di Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam.

Seusai memantau kebakaran lahan di Jambi, Siti mendapati pencurian kayu marak terjadi di salah satu kawasan hutan negara. Siti langsung menginstruksikan aparat daerah segera menggelar operasi di lokasi pembalakan itu. Kayu hasil curian keluar lewat jalur sungai.

Terkait temuan pembalakan liar, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Irmansyah menyatakan akan segera menggelar operasi penanggulangan. Lokasi pembalakan hutan negara berada di area konsesi PT Pesona Belantara di Kabupaten Muaro Jambi.

Menurut dia, modus pencurian kayu lewat jalur air di wilayah itu sudah lama berlangsung. Pihaknya juga pernah menggelar operasi di kawasan itu, tetapi operasi kerap terbongkar terlebih dahulu sehingga hasil temuannya nihil.

Ketua Komisaris Daerah Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Provinsi Jambi Budi Hartoyo mengatakan, PT Pesona Belantara belum membuat rencana kerja tahunan pada tahun ini. Namun, pihaknya belum mengetahui persis apakah aktivitas pengangkutan hasil kayu dalam wilayah itu ilegal atau bukan.

Dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dilaporkan, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat kesulitan memadamkan api yang membakar sejumlah lahan di Pangkalan Bun karena titik api sulit dijangkau. Itu terjadi akses tidak ada dan alat terbatas.

"Titik api sudah mulai muncul dan tersebar di Kotawaringin Barat. Dari sekitar lebih dari 10 hektar lahan yang terbakar, tim hanya bisa memadamkan sekitar 2 hektar lahan karena titik api jauh dari jalan," kata Kepala BPBD Kotawaringin Barat Hermon F Lion dari Palangkaraya, Sabtu.

Hermon menyatakan, selang pemadam kebakaran hanya bisa menjangkau jarak 200 meter dari tepi jalan. (ITA/DKA)

Sumber: Kompas | 12 Juli 2015

Berikan komentar.