TRP
Siap Tembus Jantung Ibu Kota
13 Juli 2015 \\ \\ 561

Sejak dicanangkan tahun 2013 oleh Gubernur DKI (kala itu Joko Widodo), aktivitas proyek pembangunan kereta massal cepat (mass rapid transit/MRT) Jakarta terus berlangsung. Tahap pertama, jalur MRT ini akan membentang sejauh 16 kilometer dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Jalur ini ditargetkan mulai beroperasi 2017. Direncanakan tersedia 13 stasiun di sepanjang jalur ini. Tujuh di antaranya di atas jalur layang, sedangkan enam lainnya di bawah tanah.

Jalur layang membentang dari Lebak Bulus hingga Jalan Sisingamangaraja (sekitar 10 km). Kemudian bertransisi di area Patung Pemuda, Senayan, sebelum menerobos ruang bawah tanah Ibu Kota. Area Patung Pemuda merupakan transisi dari jalur layang (dari Lebak Bulus-Blok M) ke jalur bawah tanah.

Jalur bawah tanah membentang dari Bundaran Senayan ke Bundaran HI (6 km). Posisi kedalaman terowongan dari permukaan atas tanah (Jalan Sudirman) bervariasi 12-22 meter.

Saat ini, proyek tersebut memasuki persiapan pekerjaan bawah tanah. Pekerja memasang besi penahan dan lantai kerja untuk mesin bor di bawah Bundaran Senayan. Tersedia empat mesin bor tunnel boring machine. Mesin bor dari Jepang itu akan menggerus tanah dari Patung Pemuda hingga Bundaran HI dengan diameter 6,7 meter.

Terowongan itu kelak terbagi atas dua ruas, yakni selatan-utara dan utara-selatan. Salah satu ruas (sisi barat), dijadwalkan mulai dikerjakan minggu ketiga September 2015.

Manajemen proyek MRT Jakarta menjamin kecanggihan teknologi mesin bor tak akan berpengaruh terhadap konstruksi gedung-gedung sekitar terowongan itu. (RAD/NAR)

Sumber: Kompas | 11 Juli 2015

Berikan komentar.