TRP
Banten Kekurangan Ratusan Jembatan
13 Juli 2015 \\ \\ 414

PANDEGLANG — Wilayah Provinsi Banten masih kekurangan ratusan jembatan, terutama untuk daerah pelosok yang menghubungkan antardesa. Banyak jembatan masih dibuat dari bambu dengan kondisi hampir putus sehingga menyebabkan warga kerap jatuh ke sungai.

Direktur Program Pembibitan Penghapal Al Quran (PPPA) Daarul Quran Sunaryo Adhiatmoko, seusai meresmikan jembatan di Desa Ciseureuheun, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (9/7), mengatakan, sebagian warga di Banten masih menyeberang sungai dengan batangan bambu.

Di Ciseureuheun, warga harus menyeberang Sungai Ciseket dengan jembatan bambu yang harus direnovasi setahun sekali. Beberapa warga pernah terjatuh ke sungai. Di desa lain, kondisinya tak jauh berbeda.

Sunaryo mengatakan, kekurangan jembatan di Banten mendorong PPPA Daarul Quran membangun infrastruktur. "Kami berencana membangun 10 jembatan di Banten. Di Indonesia, target kami membangun 100 jembatan di 10 provinsi," ujarnya.

Jembatan itu tersebar antara lain di Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, dan Sumatera Selatan. Dalam dua tahun, 10 jembatan diharapkan bisa dibangun.

Di Ciseureuheun, jembatan yang dibangun itu sepanjang 20 meter dan lebar 3,5 meter sehingga bisa dilalui kendaraan roda empat. Jembatan itu dibangun selama tiga bulan dengan biaya Rp 1,2 miliar. Dana pembangunan berasal dari masyarakat yang diserahkan kepada PPPA Daarul Quran.

Kohar (45), Sekretaris Desa Ciseureuheun, mengungkapkan, saat jembatan itu masih terbuat dari bambu, banyak warga yang jatuh ke sungai, termasuk anak-anak. Jembatan yang terbuat dari beton terakhir berdiri lebih dari 35 tahun lalu, tetapi tergerus banjir dan roboh.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, di Kabupaten Lebak, Banten, jumlah jembatan gantung yang harus dibangun 418 unit. Pemerintah Provinsi Banten menganggarkan Rp 15 miliar setiap tahun untuk membangun jembatan. (bay)

Sumber: Kompas | 11 Juli 2015

Berikan komentar.