TRP
Utilitas Jalan Masih Semrawut
10 Juli 2015 \\ \\ 608

Sebagian Tiang Listrik dan Telepon Masih Berdiri di Tengah Jalan Raya Kalimalang

JAKARTA — Pelebaran Jalan Raya Kalimalang di Jakarta Timur semestinya menjadi momentum pembenahan utilitas secara terpadu. Namun, sebagian utilitas itu justru menambah kesemrawutan karena belum dipindah. Sebagian tiang listrik dan telepon masih berdiri di tengah jalan.

Hingga Kamis (9/7), sejak Jalan Raya Kalimalang dilebarkan dua bulan terakhir, sebagian tiang kabel utilitas di tengah jalan sudah mulai dipindahkan ke tepi jalan. Namun, pemindahan tiang-tiang kabel utilitas yang tidak serentak itu menyebabkan penyempitan di beberapa ruas Jalan Raya Kalimalang.

Tiang di tengah jalan dan tak tertutup beton itu sangat membahayakan pada malam hari karena jalan minim penerangan. Demikian pula tanah merah hasil galian dibiarkan berserakan.

Rambu yang menunjukkan bahwa ada pembelokan jalan karena ada proyek pelebaran juga tidak terlihat pada malam hari. "Bisa berpotensi kecelakaan," ujar Doni (26), warga Jatiasih, Kota Bekasi, yang biasa melintasi jalan ini dengan sepeda motor.

Pamong, salah seorang pekerja pemindahan tiang di Jalan Raya Kalimalang, mengatakan, saat ini dirinya dan beberapa pekerja lain sedang memindahkan tiang kabel internet milik PT Fiber Multi Media Indonesia. Setidaknya 15 tiang milik PT Fiber Multi Media Indonesia sudah dipindah ke tepi jalan dari sekitar 20 lebih tiang yang melintang di jalan.

Pamong menjelaskan, tak semua tiang yang berdiri di Jalan Raya Kalimalang itu tiang kabel listrik dan telepon. Terdapat juga sejumlah tiang kabel internet dari berbagai perusahaan di sepanjang jalan tersebut.

Di sepanjang ruas Jalan Raya Kalimalang yang dilebarkan dari persimpangan Pasar Sumber Artha Kota Bekasi sampai Pondok Bambu, Jakarta Timur, sepanjang sekitar 6 kilometer jalan itu berpotensi macet dan menyebabkan kecelakaan. Penerangan minim dan jalan pun menyempit.

Menurut Deputi Manajer Komunikasi PLN Distribusi Jaya dan Tangerang Mambang Hertadi, tiang-tiang listrik di sepanjang Jalan Raya Kalimalang ditargetkan selesai dipindahkan ke tepi jalan pada H-7 Lebaran atau pada 10 Juli.

Pemindahan tiang-tiang listrik itu sudah dilaksanakan sejak akhir Juni lalu. "Pemindahan utilitas ditanggung pelaksana proyek pembangunan," katanya.

Sebelumnya, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM) selaku pelaksana proyek pelebaran Jalan Raya Kalimalang menargetkan memindahkan semua tiang listrik dan telekomunikasi milik PLN dan PT Telkom di sepanjang Jalan Raya Kalimalang dari persimpangan Pondok Kelapa hingga perbatasan dengan Kota Bekasi 7 hari jelang Lebaran.

Direktur Operasional PT KKDM Purma Yose Rizal mengatakan, proyek pelebaran Jalan Raya Kalimalang ini tetap akan berlanjut pada saat arus mudik. Pemindahan utilitas juga tetap dilanjutkan bertahap hingga seluruh proyek pelebaran dari persimpangan Pasar Sumber Artha sampai ke Pangkalan Jati Jatiwaringin rampung.

Pengelolaan

Kekacauan pengelolaan utilitas di Jakarta selama ini dinilai karena tersebarnya tanggung jawab dan kewenangan di banyak instansi. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi berpendapat, selain tersebarnya kewenangan, utilitas pun tumpang tindih. Tidak ada perencanaan dan desain pengembangan kawasan.

"Jaringan di jalan, misalnya, selama ini ditangani Bina Marga. Sementara di sekitar saluran ditangani Tata Air. Data pun tak cukup baik sehingga tumpang tindih. Kasus jebolnya pipa air ketika pembangunan jalan layang Kampung Melayu-Casablanca itu karena tidak ada data atau peta jaringan," kata Sanusi.

DKI Jakarta sebenarnya memiliki Peraturan Daerah No 3 Tahun 1999 tentang Jaringan Utilitas. Namun, pelaksanaan di lapangan lemah, antara lain, karena tumpang tindih kewenangan. Saatnya Pemprov menyatukan seluruh kewenangan dan menyusun rencana pengembangan utilitas.

Menurut Sanusi, baru tahun ini Pemprov DKI menyatukan pengelolaan di bidang utilitas di bawah Dinas Bina Marga. Unit ini mendapatkan anggaran Rp 50 miliar untuk membangun jaringan. Namun, jumlah itu sangat minim dibandingkan kebutuhan.

Anggota Komisi D dari Fraksi Gerindra, Prabowo Soenirman, menambahkan, penggalian trotoar untuk menanam kabel, misalnya, tak segera ditangani sehingga menghambat lalu lintas. Demikian pula pelebaran jalan yang tak segera diikuti pemindahan tiang listrik, telepon, ataupun pipa air. (ILO/MDN/MKN)

Sumber: Kompas | 10 Juli 2015

Berikan komentar.