TRP
Perbatasan Dibangun
08 Juli 2015 \\ \\ 2545

Tujuh Desain Disahkan, Tahap Pertama di Wilayah Entikong

JAKARTA — Pemerintah mulai mengubah wajah di tujuh titik perbatasan dengan negara tetangga yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Wilayah perbatasan itu ditargetkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di garis depan wilayah negara.

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas terkait dengan pembangunan wilayah perbatasan, Selasa (7/7), di Kantor Presiden, Jakarta, menyampaikan bahwa pos perbatasan harus memiliki fasilitas perdagangan ekspor-impor. Perbaikan kondisi wilayah perbatasan di seluruh Indonesia tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Menurut Presiden, kawasan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Entikong, Kalimantan Barat, memiliki peluang besar untuk melayani ekspor-impor. Sayangnya, peluang besar itu belum dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, Pemerintah Malaysia telah menetapkan kawasan pos perbatasannya di Tebedu, Sarawak, Malaysia, sebagai pelabuhan darat internasional yang melayani ekspor-impor barang.

Presiden meminta semua kementerian dan lembaga berkoordinasi agar fungsi wilayah perbatasan dimaksimalkan untuk melayani ekspor-impor barang. Pembangunan fasilitas di wilayah perbatasan Indonesia juga harus dibuat dengan tampilan yang lebih baik dibandingkan dengan fasilitas yang ada di perbatasan negara tetangga.

Selain pusat bisnis internasional, Presiden juga menginginkan pembangunan fasilitas pasar tradisional yang dikelola secara modern di wilayah perbatasan di Entikong. "Pembangunan kawasan itu harus bisa mengakomodasi pedagang kaki lima di pasar tersebut," kata Presiden.

Perbatasan Entikong

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, program ini diawali dengan pengesahan tujuh desain perbatasan yang akan dibangun. Tahap pertama, pemerintah mulai membangun perbatasan di Entikong, Kalimantan Barat, yang berbatasan dengan Malaysia.

"Yang paling penting, sasaran pemerintah dalam satu dua tahun ini, wajah perbatasan kita harus lebih baik daripada Malaysia, Filipina, Papua Niugini, dan Timor Leste," kata Tjahjo.

Selain memperbaiki fisik tapal batas, sarana pendukung yang diperlukan juga akan dibangun. Di tujuh wilayah perbatasan tersebut akan dilengkapi dengan sentra-sentra perdagangan khusus bertaraf internasional.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, sejalan dengan pengesahan desain, pembangunan wilayah perbatasan segera bisa dilakukan.

Untuk pembangunan wilayah perbatasan di Entikong sesuai dengan desainnya akan dibangun jalan yang menuju pintu ataupun jalan yang sejajar perbatasan. Kementerian PU juga akan membangun sarana imigrasi, pintu perlintasan, fasilitas sanitasi, pengolahan sampah, dan penyediaan air minum.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, kawasan itu akan dilengkapi dengan terminal angkutan barang internasional. Jonan menginginkan pengembangan kawasan tersebut bisa bermanfaat dalam jangka waktu 10 sampai 20 tahun ke depan.

Gubernur Kalimantan Barat Cornelis menyambut gembira. Pembangunan wilayah Entikong bagaikan mimpi puluhan tahun dari masyarakat Kalbar yang akan segera terwujud. "Rencana ini menjadi sesuatu hal yang luar biasa. Sejarah akan mencatat pembangunan ini dan kami di daerah siap melaksanakan tugas membantu pembangunan itu," kata Cornelis. (NDY)

Sumber: Kompas | 08 Juli 2015

Berikan komentar.