TRP
Sebaran Api Terpantau di Area Konsesi
02 Juli 2015 \\ \\ 679

JAMBI — Citra Satelit Terra&Aqua NASA mendeteksi 36 sebaran titik panas di wilayah Jambi. Lebih dari setengahnya berada di areal konsesi hutan tanaman industri dan kebun sawit swasta. Pemerintah didesak menegakkan hukum terkait modus pembakaran lahan.

Koordinator Bidang Pengkajian dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Jambi Kurnianingsih mengatakan, dari 36 titik panas, hampir setengahnya diyakini sebagai kebakaran lahan. "Sebagian besar tersebar di Kabupaten Tebo," ujarnya, Rabu (1/7).

Lebih lanjut dianalisis Komunitas Konservasi Indonesia Warsi. Sesuai sebaran titik panas, kebakaran mayoritas terjadi dalam kawasan hutan dan kebun berkonsesi, antara lain 7 titik di kawasan hutan produksi terbatas Hulu Sumai dan 6 titik dalam hutan produksi.

Dari sebarannya, kebakaran berada dalam konsesi perusahaan dan kawasan hutan yang aksesnya terbuka sehingga mudah diokupasi warga. Manajer Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia Warsi Rudi Syaf mengatakan, perlu antisipasi cepat berupa pendekatan hukum dan persuasif. "Kebakaran di dalam konsesi diatur penanganannya dalam hukum," ujarnya.

Jika diamati dari tahun ke tahun, lanjut Rudi, di lokasi konsesi yang sama kerap terjadi kebakaran lahan berulang.

Di Pekanbaru, Riau, kebakaran lahan dan hutan di beberapa wilayah sejak Juni mulai berdampak ke Kota Pekanbaru. Kemarin, Pekanbaru berselimut kabut asap. Akibatnya, jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II terganggu.

"Pesawat Citilink dari Jakarta yang semestinya mendarat pukul 7.30 dialihkan ke Batam," ujar M Hasnan, Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Kepala Stasiun Meteorologi Pekanbaru Sugarin mengungkapkan, cuaca di beberapa wilayah Riau menunjukkan peluang hujan. Peluang terbesar di pantai timur di Kabupaten Rokan Hilir hingga Bengkalis.

Di wilayah tengah Riau, terutama di Kabupaten Pelalawan, kebakaran lahan dan hutan masih berlangsung, bahkan membesar. Kebakaran di Kecamatan Kerumutan sejak beberapa hari terakhir belum tertangani.

Kalteng siaga

Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang meminta pemda se-Kalimantan Tengah berjaga dan menyiapkan peralatan menghadapi kebakaran hutan dan lahan pekarangan. Perusahaan besar swasta perkebunan juga diimbau tidak membuka lahan dengan pembakaran.

"Kami juga menginventarisasi titik-titik yang dianggap rawan. Juga mengerahkan kabupaten/kota agar berjaga dan mempersiapkan peralatan dan sumber daya manusianya," katanya.

Di Kalimantan Barat, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalbar Bosman Hutahaean mengatakan, pihaknya mengawasi secara khusus daerah dengan lahan gambut yang luas di Kalbar. "Kami membentuk kelompok masyarakat di daerah itu yang bertugas mengantisipasi kebakaran lahan dan memadamkan api jika ada kebakaran," tuturnya.

Kalimantan Barat adalah daerah yang setiap tahun terkena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

(ITA/SAH/ESA/DKA/PRA)

Sumber: Kompas | 02 Juli 2015

Berikan komentar.