TRP
Membangun "Water Front City" di Utara
02 Juli 2015 \\ \\ 724

Wajah Kota Medan yang timpang tergambar jelas jika melihat kawasan di utara kota ini. Empat kecamatan di kawasan utara, Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Deli, jauh tertinggal dibandingkan dengan kawasan di inti kota. Letaknya yang dekat dengan Pelabuhan Belawan, salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia, membuat kawasan utara Medan ini sejak awal diproyeksikan tumbuh menjadi kawasan industri.

Di utara kota ini juga terletak Kawasan Industri Medan, kawasan khusus industri seluas lebih dari 500 hektar dan dikelola oleh BUMN. Namun, wajah kemiskinan juga terlihat jelas di kawasan utara kota yang kemarin dilanda musibah jatuhnya pesawat Hercules itu. Sebagian penduduknya menggantungkan hidup mereka sebagai nelayan tangkap tradisional atau buruh kapal nelayan pada tauke besar. Terutama di dua kecamatan yang langsung berbatasan dengan Selat Malaka, Medan Belawan dan Medan Labuhan. Tak ada wajah metropolitan Medan di kawasan utara.

Ini yang rupanya mengilhami Wali Kota Medan Zulmi Eldin untuk mengubah kawasan utara Kota Medan. Eldin ingin kawasan utara tak menjadi halaman belakang yang menampilkan kekumuhan dan kemiskinan kota. Pemerintah Kota Medan berencana menjadikan kawasan utara Kota Medan ini sebagai halaman depan.

Sebuah rencana induk untuk membangun water front city tengah disiapkan Pemkot Medan. Menurut Eldin, Pemkot tak mungkin sendirian menggagas pembangunan water front city di kawasan utara kota. Untuk itu, mereka menggandeng sejumlah investor. Salah satu yang tertarik ikut membangun adalah investor asing asal Malaysia.

"Medan ingin membuka diri, mengembangkan wilayah kami dan sekaligus mengubah image daerah utara yang tertinggal. Ke depan kami ingin memajukan kawasan utara Kota Medan. Investornya sudah nyambung dengan rencana kami membangun water front city. Investornya dari luar negeri, dari Malaysia. Pemkot nanti punya saham di situ," kata Eldin.

Menggandeng pusat

Langkah awal untuk membangun ini, menurut Eldin, adalah menggandeng pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk membangun tanggul rob. "Kita tahu masalah banjir di Belawan itu salah satunya karena pasang surut air laut. Untuk itu pembangunan water front city ini harus didahului dengan pemasangan tanggul rob di Belawan," katanya.

Rencana ini tentu saja masih akan menimbulkan pro kontra di masyarakat. Masyarakat yang mata pencariannya kebanyakan nelayan dan menggantungkan hidupnya dari ekosistem laut tentu tak bisa begitu saja mengubah kebiasaan hidup ketika wilayah mereka dibangun menjadi kawasan yang sama sekali baru. Hal yang juga diakui oleh Eldin. "Kalau ini (water front city) jadi, memang akan mengubah kebiasaan masyarakat," ujarnya.

Belum lagi persoalan lingkungan yang bakal menghadang jika niat Pemkot mereklamasi pantai. Namun, bagi Eldin, pembangunan water front city menjadi salah satu caranya menjadikan Medan sebagai kota cerdas kelas dunia. Infrastruktur pendukung segera disiapkan di sana. "Salah satu pengembangan smart city di Medan ini, ya, membangun kawasan Medan Utara ini," tambahnya. (BIL)

Sumber: Kompas | 01 Juli 2015

Berikan komentar.