TRP
Titik Panas Muncul di Kalimantan Tengah
30 Juni 2015 \\ \\ 406

PALANGKARAYA — Titik panas kebakaran lahan gambut dan hutan muncul di Kalimantan Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Tengah sedang menyiapkan penetapan serta pelaksanaan status Siaga Darurat bencana kebakaran hutan dan lahan gambut.

"Kami sudah rapat dan mengajukan rekomendasi agar tiap kabupaten kota membentuk posko dan menyusun rencana aksi," kata Kepala BPBD Kalteng Brigong Tom Moenandaz, Senin (29/6), di Palangkaraya. Dari 13 kabupaten dan 1 kota di Kalteng, hanya Kabupaten Kotawaringin Timur, Gunung Mas, Pulang Pisau, dan Kota Palangkaraya yang merupakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan telah memiliki surat keputusan pelaksanaan status Siaga Darurat.

Kepala Stasiun Meteorologi Pangkalan Udara Iskandar Pangkalan Bun Lukman Soleh saat dihubungi menyampaikan, jumlah titik panas di Kalteng berdasarkan citra satelit NOAA 18 pada Minggu (28/6) ada enam titik. "Empat titik di Palangkaraya dan satu titik masing-masing di Sukamara dan Lamandau," kata Lukman.

Sejak awal Januari hingga 24 Juni 2015, satelit NOAA 18 juga mencatat 172 titik panas di Kalteng. Pantauan Kompas, bau menyengat asap sisa kebakaran tercium di Kota Palangkaraya. Meski demikian, jarak pandang pada pukul 07.30 masih normal, mencapai 8 kilometer dan tak mengganggu penerbangan di Bandar Udara Tjilik Riwut.

Dari Paser, Kalimantan Timur, dilaporkan, sepanjang 2015 terpantau 257 titik panas di Kaltim dan Kalimantan Utara, dengan mayoritas (111 titik) di Kawasan Budidaya Non-Kehutanan (KBNK). Meski demikian, belum dilaporkan kabut asap membahayakan yang mengganggu jarak pandang atau pernapasan.

"Dari 257 titik panas, 16 di antaranya pada Juni. Masih termasuk sedikit. Dari 257 titik, terbanyak di areal KBNK (111 titik) dan hutan produksi (84 titik). KBNK dan hutan produksi biasanya kebun dan ladang garapan warga," ujar HM Faisal, Kepala Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Daerah Operasi Kabupaten Paser, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim, yang membawahkan seluruh wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara.

Prediksi Jambi

Di Jambi, potensi kebakaran lahan diprediksi meningkat pesat sepekan ke depan. BMKG Jambi memetakan 70 persen wilayah Jambi berpotensi tinggi terbakar. Dari sistem pemeringkatan bahaya kebakaran yang dianalisis, hampir semua daerah ditandai warna merah. "Artinya, potensi kebakaran sangat tinggi, khususnya wilayah timur dan tengah Jambi," ujar Kurnianingsih, Koordinator Bidang Pengkajian dan Informasi BMKG Jambi.

Tingginya potensi kebakaran antara lain di Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, dan Sarolangun. Potensi itu ditandai tingginya suhu rata-rata musim kemarau, yaitu 33 derajat celsius. Di lokasi tertentu, seperti di Kabupaten Tebo, suhu hampir 35 derajat celsius.

Sementara itu, kebakaran lahan dan hutan di kawasan Sumatera Selatan dinyatakan masih terkendali. Kebakaran masih dapat padam dalam sehari.

Setelah mengalami lonjakan selama dua hari sebelumnya, jumlah titik panas di Sumsel pada Senin terpantau turun jadi delapan titik. Lokasi titik panas tinggal terlihat di kawasan tanah mineral dan bukan di kawasan gambut. (DKA/PRA/ITA/IRE)

Sumber: Kompas | 30 Juni 2015

Artikel Terkait.
Berikan komentar.