TRP
Mulai dari Bendungan
30 Juni 2015 \\ \\ 433

Hari Jumat (26/6), uang kompensasi Bendungan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mulai dibayarkan kepada 2.000 kepala keluarga. Total dana kompensasi Rp 741 miliar akan diberikan kepada 11.469 KK yang berada di daerah genangan. Diharapkan, pembayaran kompensasi akan selesai pada akhir Juli, sehingga pada awal Agustus mendatang sudah dapat dilakukan pengisian bendungan.

Pengisian melewati beberapa tahap, dimulai pengosongan penduduk, satwa, dan pemindahan situs. Dilanjutkan penebangan pohon di 1.300 hektar lahan Perhutani, aset PLN, serta rumah tidak berpenghuni. Pengisian waduk yang diperkirakan memakan waktu 219 hari dengan asumsi dimulai awal Agustus.

Meski bukan satu-satunya, Bendungan Jatigede adalah salah satu contoh pembangunan infrastruktur yang memakan waktu panjang. Bendungan yang sudah digagas sejak 40 tahun silam itu baru mulai dibangun lima tahun lalu. Meski konstruksinya sudah selesai setahun lalu, tetapi tidak bisa segera diisi dengan air karena masih tersisa masalah lahan hingga ganti rugi.

Bendungan Jatigede akan menampung air Sungai Cimanuk dengan luasannya mencapai 4.983 hektar, serta dapat menampung air hingga 980 juta meter kubik. Selain untuk sarana irigasi serta pembangkit listrik, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meyakinkan bahwa tidak akan ada lagi kekeringan atau kebanjiran di Indramayu.

Pada masa lalu, bendungan untuk sarana pengendali banjir atau irigasi. Kini, perannya kian strategis karena satu bendungan bisa memberi beberapa manfaat sekaligus. Tidak hanya irigasi dan pengendali banjir, bendungan juga memenuhi kebutuhan air baku perkotaan atau industri, hingga energi. Pemanfaatan lainnya, untuk budidaya perikanan dan pariwisata.

Selesainya Bendungan Jatigede akan melengkapi 209 bendungan di Indonesia. Bendungan sebanyak itu menampung air hingga 12,56 miliar meter kubik. Meski tampak besar, dari total irigasi teknis seluas 7,2 juta hektar, baru 0,8 juta hektar atau 11 persen yang bisa disuplai air dari bendungan.

Untuk meningkatkan suplai air dalam rangka meningkatkan produktivitas pangan, pemerintah hingga 2019 menargetkan akan membangun 65 bendungan baru, terdiri dari 16 bendungan lanjutan program sebelumnya yang sedang dibangun dan 49 bendungan baru. Tahun ini, dari target 13 bendungan yang dibangun, delapan di antaranya sudah konstruksi. Sisanya diharapkan mulai dibangun Agustus mendatang. Apabila 65 bendungan bisa dibangun seluruhnya, suplai air bertambah 6,75 miliar meter kubik. Kontribusi bendungan kepada saluran irigasi teknis menjadi 1,4 juta hektar atau 20 persennya.

Mengingat fungsi strategis bendungan, pembangunan bendungan harus bisa sesuai rencana. Sebab, keberadaan bendungan akan mendukung program ketercukupan pangan dari dalam negeri. Dengan swasembada pangan, salah satu pilar negara yang berdaulat pun terpenuhi.

Meski demikian, jangan sampai dampak sosial masyarakat yang terdampak pembangunan bendungan menjadi terabaikan. Pengalaman penyelesaian permasalahan Bendungan Jatigede bisa menjadi pembelajaran. Komunikasi dengan warga dan kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi faktor kunci penyelesaian masalah.

(Nobertus Arya Dwiangga M)

Sumber: Kompas | 29 Juni 2015

Berikan komentar.