TRP
Jalan Layang Ciledug-Tendean Terkendala Utilitas
30 Juni 2015 \\ \\ 468

JAKARTA — Pembangunan jalan layang khusus bus transjakarta Koridor XIII Ciledug-Kapten P Tendean terkendala utilitas. Pada paket Tendean, misalnya, progres pembangunan baru mencapai 10,4 persen dari target 15,2 persen.

Ery Satriadi, Deputi Project Manager PT Adhi Karya, kontraktor pembangunan paket Tendean, Jumat (26/6), mengatakan, utilitas ditemukan hampir di sepanjang lokasi proyek. Utilitas berupa kabel PLN, kabel Telkom, kabel penerangan jalan, kabel listrik boks iklan, pipa gas, dan pipa air berada di tengah jalan.

"Pembangunan tak boleh merusak utilitas. Jadi, kami memerlukan waktu untuk menggeser utilitas sebelum melanjutkan pembangunan," kata Ery.

Sebelum mengebor tanah, pekerja menguji tanah sedalam 2-2,5 meter di tiang penyangga P22 hingga P28. Saat pengujian, tidak ditemukan utilitas yang mengganggu. Namun, saat pekerja siap mengebor tanah, utilitas dengan diameter 60-120 sentimeter ditemukan. Utilitas berada di kedalaman 4 meter.

Untuk mengatasi masalah itu, Ery sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memindahkan utilitas. Modifikasi pemasangan tiang pancang juga dilakukan di lokasi tertentu.

Menurut Ery, Jalan Tendean dulu bukanlah jalan utama. Utilitas yang ada saat ini awalnya dipasang di pinggir jalan. Kini, jalan sudah mengalami penebalan dan pelebaran sehingga utilitas berada di tengah jalan.

Permasalahan utilitas juga ditemukan di pembangunan jalan layang paket Taman Puring. Dari target 11,2 persen, pembangunan baru mencapai 9,9 persen.

Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Heru Suwondo menuturkan, utilitas yang mengganggu adalah pipa air dan kabel PLN di dekat Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. "Kami berkoordinasi dengan pengelola RSPP untuk mengatasi masalah ini," katanya.

Meski ada sejumlah kendala, Heru mengatakan, secara keseluruhan pembangunan jalan layang berjalan sesuai rencana. Sejauh ini pengerjaan proyek bahkan mencapai 12,7 persen, melampaui target pembangunan 11,6 persen. Di paket Tendean, 8 dari 33 tiang penyangga yang direncanakan sudah terpasang.

Proyek jalan layang Ciledug-Tendean terbagi menjadi delapan paket pembangunan. Waktu pelaksanaan 661 hari. Pembangunan jalan sepanjang 9,3 kilometer itu dimulai Februari 2015 dan direncanakan rampung pada Desember 2016.

Permata Hijau lebih maju

Progres pembangunan jembatan layang Simprug Patal Senayan-Permata Hijau juga sudah bisa dirasakan masyarakat. Pembangunan jembatan layang mencapai 40,1 persen, melebihi target 19,8 persen. Pekerjaan struktur bawah tanah, seperti fondasi, tiang pancang, dan tiang penyangga, sudah selesai. Saat ini pekerja sedang membuat struktur atas berupa balok jembatan.

Heru menuturkan, pembangunan jembatan layang Permata Hijau dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan di ruas jalan Permata Hijau ke arah Jalan Patal Senayan. Di ruas jalan itu ada pelintasan kereta api. Saat kereta api melintas, kemacetan bertambah parah dan membahayakan pengguna jalan. (DNA)

Sumber: Kompas | 27 Juni 2015

Berikan komentar.