TRP
Puluhan Program di Jakarta Utara Dibatalkan
26 Juni 2015 \\ \\ 370

JAKARTA — Memasuki semester kedua tahun 2015, sejumlah paket program di beberapa suku dinas di Jakarta Utara dicoret pada tahun anggaran ini. Alasannya, antara lain, karena keterbatasan waktu dan adanya komponen yang tidak sesuai.

Beberapa program suku dinas di Jakarta Utara yang ditiadakan adalah program dengan total nilai hingga ratusan miliar rupiah, di antaranya pemeliharaan saluran air di Suku Dinas Tata Air serta paket penyediaan lahan dan pembangunan tempat pembuangan sampah di Suku Dinas Kebersihan.

Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Utara Kasna menuturkan, terdapat 11 paket dari total 48 paket program yang tidak akan dikerjakan tahun ini. Total anggaran program ini mencapai Rp 168 miliar dari total anggaran Rp 423 miliar. Sebagian besar merupakan program pembangunan atau peningkatan saluran air yang tersebar di enam kecamatan.

"Kami mencoret program-program ini karena melihat waktu yang tersisa tidak akan cukup untuk menjalankan program. Kalaupun jalan, program tidak akan selesai hingga masa anggaran habis pada akhir tahun," kata Kasna di Jakarta, Kamis (25/6).

Jika dipaksakan, jelas Kasna, program ini baru bisa dijalankan pada pertengahan Oktober atau November. Sebab, dengan jumlah program yang padat diperkirakan akan selesai lelang dengan waktu 2-3 bulan. Apalagi, ada kaji ulang program yang cukup menyita waktu.

Padahal, program yang dikerjakan adalah proyek fisik dengan volume program dan nilai tidak sedikit. Satu paket program misalnya terdiri atas 20 program perbaikan drainase di satu kecamatan dengan anggaran Rp 29 miliar. Program lainnya hampir sama, tetapi terletak di kecamatan lain dengan anggaran hingga Rp 32 miliar.

"Dalam mata anggaran yang diajukan sejak tahun lalu ini, semuanya dalam satu paket. Jadi, jika tidak jalan, otomatis semua terkena dampak. Belum lagi masalah adanya komponen program yang tak masuk dalam e-budgeting. Kalau kami tetap kerjakan, program tidak akan sesuai spesifikasi karena ada item yang tidak tersedia," tutur Kasna.

Hal senada disampaikan Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara Bondan Diah Ekowaty yang telah menghapus lima paket program. Lima paket program tersebut adalah penyediaan lahan pembuangan sampah di sejumlah lokasi dengan anggaran Rp 20 miliar. Total anggaran di Suku Dinas Kebersihan tahun ini adalah Rp 219 miliar.

Menurut Bondan, selain masalah waktu pengerjaan, ada komponen program yang tidak sesuai dalam daftar e-budgeting. "Program TPS kami salah dalam nomenklatur, karena disebut pembebasan. Padahal, ini adalah penyediaan lahan. Meskipun masuk dalam anggaran perubahan, tetap tidak bisa terlaksana karena perubahan baru turun pada Oktober," ujar Bondan.

Sekretaris Kota Jakarta Utara Junaedi menyampaikan, pihaknya tetap mengupayakan agar program-program di wilayah Jakarta Utara tetap bisa terlaksana. Jika berhitung masalah waktu, dia optimistis program masih bisa dijalankan hingga akhir masa anggaran.

Akan tetapi, katanya, jika terdapat ketidaksesuaian antara komponen dalam dokumen pelaksanaan anggaran dan komponen yang tercantum di e-budgeting, maka saat dijalankan, spesifikasi program tidak akan sesuai. (JAL)

Sumber: Kompas | 26 Juni 2015

Berikan komentar.