TRP
Fasilitas Tol Cipali Mendesak Dilengkapi
26 Juni 2015 \\ \\ 456

JAKARTA — Fasilitas penunjang Tol Cikopo-Palimanan diharapkan segera dilengkapi. Sejak dibuka pada 13 Juni hingga Rabu (24/6), jumlah kecelakaan di ruas itu sudah mencapai 30 kejadian dan mengakibatkan tiga orang meninggal.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Condro Kirono mengatakan, jalur Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) masih rawan kecelakaan karena minimnya rambu lalu lintas. "Kecelakaan umumnya terjadi setelah Kilometer 85 dari arah Palimanan (arah Cirebon menuju Jakarta)," ujar Condro.

Selama ini jalur Tol Cipali sepanjang 116,75 kilometer memang belum dilengkapi tempat istirahat. Jalur itu juga masih minim rambu lalu lintas. Kondisi jalan tol yang mulus juga dapat membuat pengemudi terlena atau justru memacu kendaraan terlalu cepat.

Oleh karena itu, kata Condro, pada jalan tersebut sebaiknya segera dipasang pita kejut dan rambu-rambu untuk menghindari kecelakaan. Pengemudi juga diharapkan beristirahat di posko yang disiapkan.

Condro menyatakan akan memperbanyak rambu di kawasan itu. Pada jalur tersebut juga akan dibangun posko istirahat. Ruas Tol Cipali nantinya akan menjadi jalur utama mudik Lebaran 2015.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR di Senayan, Jakarta, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan akan membangun delapan posko istirahat pada ruas Tol Cipali. "Kami akan membangun empat posko istirahat tipe A dan empat tipe B," katanya.

Posko istirahat tipe A dilengkapi stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU), sedangkan tipe B tanpa SPBU.

Hingga kemarin, kata Basuki, sudah ada empat posko istirahat di jalur tol itu. Satu di antaranya sudah dioperasikan. Empat posko lainnya akan segera dibangun dan diharapkan selesai sebelum arus mudik Lebaran. "Kami menargetkan semua tempat istirahat itu sudah siap beroperasi pada H-10 Lebaran," ujarnya.

Jalur alternatif pemecah kemacetan keluar Tol Pejagan, di Brebes, yakni jalan tanah calon Tol Pejagan-Pemalang, diharapkan sudah bisa dilalui saat mudik Lebaran meskipun kondisinya belum nyaman.

Menurut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto W Husaini, jalan tanah tersebut akan ditimbun dengan batu kerikil. Penimbunan ditargetkan selesai sepuluh hari sebelum Lebaran. "Kami juga akan melengkapi ruas jalan itu dengan tiang penerangan yang menggunakan rambu mata kucing," katanya.

Jalur diperlebar

Di Jawa Tengah, jalan alternatif Magelang-Semarang sepanjang 4 kilometer, melintasi Kecamatan Pakis dan Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, saat ini tengah diperlebar. Lebar jalan yang semula bervariasi berkisar 4 hingga 6 meter nantinya akan dilebarkan menjadi 6,5 meter.

Petugas di Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Magelang, Rismawanto, mengatakan, pelebaran jalan ini merupakan proyek peningkatan jalan, dan bukan dilakukan untuk mempersiapkan jalan untuk kebutuhan arus mudik. Oleh karena itu, proyek pelebaran jalan tidak ditargetkan tuntas sebelum Lebaran.

"Kami menargetkan jalan selesai diperlebar dan dibeton pada H-15 Lebaran. Namun, setelah Lebaran, kami masih harus menuntaskan proyek dengan mengaspal jalan," ujarnya.

Proyek pelebaran jalan ini dilaksanakan sejak Maret lalu dan ditargetkan tuntas pada Oktober 2015.

Jalan Raya Kecamatan Pakis hingga Ngablak merupakan jalan berkelak-kelok yang dikelilingi tebing yang rawan longsor. Dari empat kilometer jalan yang diperlebar, terdapat juga bagian bahu jalan yang longsor.

Jalan sepanjang 14 kilometer dari Kecamatan Pakis hingga Kecamatan Ngablak tidak dilengkapi dengan penerangan jalan. Padahal, kondisi jalan tergolong gelap, termasuk saat sore hari karena dinaungi banyak pohon di kanan dan kirinya.

Sunarto, salah seorang warga Desa Plalar, Pakis, mengatakan, kondisi gelapnya jalan membahayakan pengemudi kendaraan. "Dengan tidak adanya penerangan jalan yang cukup, pengemudi kendaraan, terutama mereka yang belum berpengalaman melewati daerah sini, rawan mengalami kecelakaan karena tidak bisa melihat tikungan dan lubang jalan," ujarnya.

Jalan dari perbatasan Kota Magelang, Kecamatan Tegalrejo, di Kabupaten Magelang hingga Kecamatan Ngablak juga belum mulus. Jalan itu bergelombang, dan berlubang di sejumlah tempat.

Siap dipakai mudik

Di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jatim terus mengupayakan perbaikan jalan yang rusak tuntas sebelum Lebaran. Hingga minggu pertama Ramadhan, perbaikan jalan nasional sudah mencapai 89 persen dari total sepanjang 1.769 kilometer, dan umumnya sudah mulus.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Surabaya mengatakan, sebagian jalan provinsi siap dipakai saat mudik dan balik Lebaran pertengahan Juli mendatang.

Kendati kondisi jalan sudah mulus, perbaikan tetap dilakukan, terutama penambalan, agar pengguna jalan lebih aman dan nyaman.

Proses perbaikan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Timur ditargetkan selesai tujuh hari sebelum Lebaran.

"Ketentuan ini harus ditaati agar perbaikan tidak mengganggu arus mudik dan balik Lebaran, meski yang rusak tinggal 15 persen," kata Soekarwo.

Soekarwo menambahkan, selain memperbaiki jalan, Dinas PU Bina Marga Jatim juga membentuk tim untuk memonitor kondisi jalan setiap waktu. Tim itu membawa peralatan penambal aspal sehingga ketika ada jalan berlubang bisa segera diperbaikinya. "Namun, proses penambalan jalan tetap harus dilakukan saat lalu lintas sepi kendaraan," ujar Soekarwo.

Dinas PU Bina Marga juga meminta 12 unit pelaksana teknis (UPT) Bina Marga di tiap-tiap wilayah untuk memantau secara rutin jalan yang rawan mengalami pergeseran tanah.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jatim memfasilitasi UPT tersebut dengan peralatan khusus untuk memperbaiki jalan.

(JUM/ZAK/FLO/DMU/EGI/ETA/REK/WIE/BAY/AYS)

Sumber: Kompas | 25 Juni 2015

Berikan komentar.