TRP
Sebagian Jalan Ciledug Segera Ditutup
24 Juni 2015 \\ \\ 575

 

JAKARTA — Pembangunan jalan layang khusus bus transjakarta Koridor XIII Ciledug-Kapten P Tendean terus berlanjut. Saat ini pembangunan memasuki tahap pengeboran. Sebagai dampak pembangunan, Jalan Ciledug Raya menuju Pasar Kebayoran Lama (di bawah jembatan layang Kebayoran Lama sisi utara) akan segera ditutup.

Manager Konstruksi dari PT Wijaya Karya (WIKA) Esa Bahtera menuturkan, penutupan jalan dilakukan selama 27 hari, mulai dari 27 Juli hingga 23 Agustus 2015. "Jalan yang ditutup ada di bawah jembatan layang Kebayoran Lama. Panjangnya sekitar 200 meter," ujarnya saat menyosialisasikan agenda penutupan jalan di Kantor Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (23/6) siang.

Esa menjelaskan, proyek jalan layang terbagi menjadi delapan paket pembangunan dengan waktu pelaksanaan 661 hari. Pembangunan yang dimulai sejak Februari 2015 itu direncanakan selesai Desember 2016.

Ruas jalan yang akan ditutup termasuk dalam paket pembangunan Seskoal Ciledug yang dikerjakan PT WIKA. Perusahaan ini akan mengebor, memasang fondasi dan tiang pancang, membuat jalan penyambung tiang, dan mengaspal jalan layang.

Karena di lokasi proyek pembangunan terdapat jalan layang Kebayoran Lama, tiang pancang akan dipasang di sisi utara jalan layang. Tingginya 15-20 meter. Jalan layang akan melintas di atas jembatan layang Kebayoran lama.

Di ruas jalan itu akan dipasang tujuh tiang, yakni tiang P87 hingga P93. Saat ini, pekerja sudah selesai memeriksa kondisi bawah tanah. Dalam waktu dekat, pekerja akan mulai mengebor lahan pembangunan. Untuk melaksanakan pengeboran, pekerja memerlukan lahan selebar minimal 7 meter. Adapun Jalan Ciledug Raya (di bawah jembatan layang Kebayoran Lama) berukuran lebar 7 meter. Karena itu, jalan harus ditutup. Semua jenis kendaraan bermotor tidak bisa melintas karena hanya tersisa jalur pejalan kaki saja. Namun, saat ini trotoar diokupasi pedagang kaki lima.

Esa menuturkan, penutupan jalan sengaja dilaksanakan seusai Lebaran. Dia mempertimbangkan dampak proyek terhadap aktivitas perekonomian mengingat lokasi pembangunan berada berdekatan dengan toko dan ruko. "Perkiraan kami, seusai lebaran aktivitas perekonomian belum padat karena sebagian warga Jakarta masih mudik dan berada di luar kota," katanya.

Minta kompensasi

Menanggapi rencana penutupan jalan, sejumlah warga meminta kompensasi pembangunan. Matsani Othay, Ketua RW 002, Kelurahan Cipulir, menuturkan, pembangunan sudah merugikan warga yang sehari-hari berjualan di dekat jembatan layang Kebayoran Lama.

"Pembangunan otomatis menutup usaha warga. Karyawan kami juga tak bisa bekerja. Saat mengajukan tender, kontraktor harusnya sudah mempertimbangkan dampak dan kompensasi untuk warga," ujarnya.

Matsani berharap, tidak seluruh ruas jalan ditutup. Kontraktor harus mempertimbangkan situasi darurat jika ada ambulans atau pemadam kebakaran yang perlu melintas di ruas jalan itu.

"Sekarang saya tidak bisa bongkar muat barang. Saya juga sulit pulang pergi mengantar anak sekolah," kata Sidarta (55), warga Kelurahan Cipulir.

Lurah Cipulir Jumadi menuturkan, ada 40 pengusaha yang terkena dampak pembangunan. Jumadi meminta warga bersabar karena pembangunan itu demi kepentingan masyarakat juga. (DNA)

Sumber: Kompas | 24 Juni 2015

 

 

Berikan komentar.