TRP
Dewan Ingatkan Soal Pembangunan Jakarta
22 Juni 2015 \\ \\ 462

JAKARTA — Serangkaian acara telah disiapkan untuk menyambut puncak hari ulang tahun ke-488 Kota Jakarta, Senin (22/6). Pada kesempatan itu pula DPRD DKI Jakarta kembali mengingatkan eksekutif tentang jalannya pembangunan di Jakarta.

Puncak HUT ke-488 Kota Jakarta diawali dengan apel HUT Kota Jakarta tingkat provinsi dan tingkat kota mulai pukul 08.00. Sekretaris Panitia HUT ke-488 Kota Jakarta Andi Firdaus, Minggu, mengatakan, apel digelar di Monas dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Apel dilaksanakan hingga pukul 11.00.

Acara dilanjutkan pada pukul 15.00, yaitu Rapat Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta. Biasanya Rapat Paripurna Istimewa ini digelar langsung setelah apel HUT selesai.

Gubernur beserta Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat dijadwalkan hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa yang dilaksanakan hingga pukul 18.00.

"Acara dilanjutkan dengan malam resepsi di Balai Agung. Gubernur dan Wakil Gubernur akan menjamu para tamu undangan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. Para pejabat Pemprov DKI akan mengenakan pakaian ujung serong," ujar Andi.

Jamuan makan malam juga tidak berlangsung lama karena bertepatan dengan shalat tarawih.

Beberapa acara yang biasanya mewarnai puncak hari ulang tahun (HUT) Kota Jakarta ditiadakan atau sudah digelar lebih dulu karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Jakarnaval yang biasanya digelar pada 22 Juni sore telah diadakan lebih dulu pada 7 Juni.

Adapun Jakarta Night Festival yang biasanya digelar pada 22 Juni malam ditiadakan. Selain untuk menghormati bulan Ramadhan, lokasi Jakarta Night Festival di sepanjang Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin juga tengah digunakan untuk pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) sehingga kurang nyaman digunakan untuk malam bebas kendaraan dan acara hiburan.

PR besar

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, bertepatan dengan puncak HUT ke-488 Kota Jakarta, Dewan kembali mengingatkan pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan Pemprov DKI Jakarta dalam Rapat Paripurna Istimewa.

"PR besarnya adalah bagaimana pembangunan Jakarta bisa berjalan. Saya memprediksi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu karena pembangunan sulit berjalan," ujarnya.

Taufik menilai sistem evaluasi kinerja pejabat setiap tiga bulan justru menghambat jalannya pembangunan. Menurut dia, evaluasi itu terlalu singkat sehingga malah menyebabkan pejabat takut bekerja.

"Kami melihat pembangunan berjalan agak seret. Satuan kerja perangkat daerah seperti takut melangkah. Bisa jadi dalam pikiran mereka hanya keliru, salah, dan dipenjara. Akhirnya mereka tidak berani berbuat apa-apa," katanya.

Taufik menambahkan, para pejabat lebih banyak menunggu dan melihat sehingga inovasi pembangunan masih minim. Perlu waktu evaluasi yang lebih panjang sehingga pejabat masih memiliki ruang untuk bekerja.

Selain menyoroti kinerja pembangunan yang belum maksimal, Taufik juga menyebutkan salah satu PR yang belum diselesaikan Pemprov DKI yaitu penambahan ruang terbuka hijau.

"Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin pun sekarang terasa gersang. Perlu ada kebijakan ketat untuk gedung-gedung di Jakarta, baik mal maupun perkantoran, untuk menambah ruang terbuka hijau," kata Taufik. (FRO)

Sumber: Kompas | 22 Juni 2015

Berikan komentar.