TRP
Presiden Ingin Awal Agustus Jatigede Mulai Diairi
19 Juni 2015 \\ \\ 441

JAKARTA — Presiden Joko Widodo meminta masalah pembebasan lahan pembangunan waduk serba guna Jatigede, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, segera diselesaikan Juli nanti.

Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, Kamis (18/6), seusai rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, menegaskan, mulai 1 Agustus 2015, waduk tersebut diharapkan sudah bisa dinikmati masyarakat. "Mulai 1 Agustus nanti, diharapkan waduk tersebut sudah bisa diairi dan operasional," ujarnya.

Sebelumnya, saat memberi pengantar pada ratas, Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan Waduk Jatigede yang dimulai sejak zaman Presiden Soekarno, hingga kini belum dapat diselesaikan akibat masalah pembebasan lahan yang tidak segera diselesaikan dan diputuskan pemerintah.

"Padahal, penyelesaian Waduk Jatigede akan memberikan dampak yang besar sekali pada kemajuan masyarakat di wilayah sekitarnya. Oleh karena itu, saya minta dalam rapat ini agar segera diputuskan mengenai pembebasan lahan dan penanganan dampak sosialnya. Semuanya harus dikalkulasi," kata Presiden.

Dalam ratas hadir pula Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry M Baldan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, serta Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Peraturan presiden

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Mudjiadi mengatakan, pihaknya segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang hingga kini belum diselesaikan. Saat ini, masih ada hampir 11.000 keluarga yang belum direlokasi dari area Waduk Jatigede. Mereka juga belum menerima ganti rugi dan kompensasi jaminan hidup.

"Tidak mungkin kita menenggelamkan warga, kalau masalahnya belum selesai. Kita harapkan sebelum awal Agustus, semua masalah diselesaikan bersama warga, karena ini sebenarnya juga bukan untuk kepentingan pemerintah saja, tetapi kesejahteraan rakyat bersama," ujarnya.

Waduk yang dibangun dengan membendung aliran air Sungai Cimanuk itu, nantinya dijadikan menjadi sarana irigasi dan pertanian, serta pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 2 x 55 megawatt. Air waduk nantinya akan merendam lahan seluas 147 hektar yang didominasi lahan milik masyarakat.

Hingga awal Mei, dari 147 hektare lahan, 137 hektar di antaranya sudah dibebaskan. Sisa lahan 10 hektar segera dibebaskan. Sejauh ini, dana ganti rugi sudah tersedia di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat.

Teten Masduki dari Tim Komunikasi Presiden, menambahkan, tuntasnya pembangunan Waduk Jatigede akan menjadi bagian dari program irigasi satu juta hektar pada tahun ini. Program itu akan menunjang program pencapaian kedaulatan pangan. (HAR)

Sumber: Kompas | 19 Juni 2015

Berikan komentar.