TRP
Pemerintah Didesak Hentikan Penggusuran Suku Asli
18 Juni 2015 \\ \\ 586

BRASILIA — Jaksa Federal Brasil meminta otoritas setempat menghentikan penggusuran atas 2.000 keluarga suku asli yang menetap di hutan Amazon, tempat bendungan raksasa Belo Monte dibangun. Pihak konsorsium yang membangun bendungan itu di tepi Sungai Xingu telah mengingkari sejumlah kesepakatan penting terkait dengan relokasi warga suku.

Kejaksaan federal Brasil, Selasa (16/6), mengatakan, sebagian besar warga yang menghadapi penggusuran itu berasal dari kelompok masyarakat adat atau suku asli di Amazon. Belo Monte hendak dibangun sebagai bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar ketiga di dunia.

Pihak kantor kejaksaan Brasil telah mengeluarkan laporan awal untuk "merekomendasikan intervensi mendesak dalam proses untuk menghentikan penghancuran rumah dan pelanggaran hak-hak penduduk korban penggusuran". Rekomendasi dikeluarkan karena konsorsium Norte Energy telah melanggar berbagai kesepakatan dengan warga.

Konsorsium telah menandatangani kontrak dengan jaminan bahwa para petani dan nelayan yang hidup di kawasan itu akan direlokasi dan diberikan kompensasi berupa sarana alternatif untuk bisa bertahan hidup. Namun, kesepakatan itu justru telah 55 kali dilanggar. Dengan itu, jaksa merekomendasikan aksi cepat untuk menghentikan pengerjaan kapal yang "dikenal sebagai pembongkaran perahu" yang disewa pihak konsorsium.

Menurut jaksa, seperti dikutip BBC, konsorsium "telah bepergian di sepanjang Sungai Xingu dan mengusir keluarga suku asli yang tinggal di tepi sungai itu, di daerah yang akan dibanjiri air dari bendungan Belo Monte".

Ditentang suku asli

Pembangunan di bendungan yang kontroversial di Negara Bagian Para utara disetujui Kongres Brasil pada 2005. Namun, baru dimulai pada 2011. Para ahli lingkungan dan para aktivis pegiat hak-hak masyarakat suku asli di Amazon telah melakukan sejumlah aksi perlawanan terhadap pelaksanaan proyek sejak awal.

Aktivis dan ahli lingkungan mengatakan, area yang luas dari kawasan hutan hujan Amazon akan kebanjiran. Proyek itu juga akan mengancam satwa liar dan berdampak buruk pada kehidupan ribuan orang di kawasan itu.

Hutan tropis Amazon bukanlah sekadar hamparan hutan dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Rimba Amazon adalah paru-paru bumi, mesin utama dalam pemrosesan karbon dioksida menjadi oksigen. Sekitar 20 persen oksigen bumi diproduksi di rimba Amazon.

Menurut para ilmuwan, Amazon memiliki 500 jenis mamalia, lebih dari 170 jenis kadal, dan lebih dari 300 jenis reptil lainnya. Lebih dari sepertiga burung dunia hidup di kawasan hutan itu. Para ahli memperkirakan 30 juta jenis serangga berkembang biak di surga hijau ini.

Pemerintah Brasil menjelaskan, bendungan Belo Monte yang berada di bagian hutan Amazon itu penting bagi pembangunan dan dapat menciptakan lapangan kerja. Jika listrik tenaga air dapat difungsikan, hal itu bisa menerangi 23 juta rumah di Brasil sehingga penting diwujudkan segera.

Bendungan yang dapat menghasilkan daya 11.000 megawatt itu akan menjadi yang terbesar ketiga di dunia setelah Tiga Ngarai (Three Gorges) di Tiongkok dan Itaipu, yakni proyek kerja sama Brasil dan Paraguay. Belo Monte berbiaya 11 miliar dollar AS-17 miliar dollar AS.

Aksi protes atas rencana pembangunan bendungan besar itu dimulai secara besar-besaran tahun 2011. Ketika itu, ratusan warga suku dari kawasan hutan Amazon, terutama di sekitar bendungan, menggelar unjuk rasa di Brasilia. (afp/ap/reuter/CAL)

Sumber: Kompas | 18 Juni 2015

Berikan komentar.