TRP
Listrik dan Lahan Jadi Ganjalan
18 Juni 2015 \\ \\ 373

JAKARTA — Kepastian pasokan listrik dan izin penggunaan lahan menjadi dua temuan masalah yang diidentifikasi Badan Koordinasi Penanaman Modal di delapan proyek investasi di Pulau Jawa. Jika tidak dapat segera diselesaikan, realisasi investasi sejumlah proyek terancam terhambat dan memengaruhi potensi ekonomi yang dapat diraih dari proyek-proyek itu, khususnya dari sisi ekspor, substitusi impor, dan penciptaan 40.000 lapangan kerja.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyatakan kepastian pasokan listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dihadapi PT Cemindo Gemilang yang tengah mengerjakan proyek pabrik semen di Lebak, Banten. Hal yang sama dihadapi PT Rayon Utama Makmur, pemilik proyek serat rayon bahan baku benang di Sukoharjo, Jawa Tengah. Persoalan perizinan terkait lahan dan tata ruang dialami PT Kukdong Apparel Batang di Batang, Jawa Tengah.

"PT Cemindo Gemilang ditargetkan sudah dapat memproduksi perdana akhir Agustus atau awal September 2015 dengan catatan, tersedia pasokan listrik dari PLN," kata Franky di Jakarta, Senin (15/6). Ia didampingi Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis

Menurut Franky, BKPM membantu proses koordinasi penyelesaian persoalan. Jaringan distribusi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pelabuhan Ratu dan kabel jaringan ke PT Cemindo Gemilang baru mencapai 30 persen. Persoalan lahan dan tata ruang tengah diproses untuk dibahas dan diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Delapan proyek realisasi investasi yang dikunjungi Franky dan tim BKPM adalah bagian dari 100 proyek investasi tahap pertama yang diawasi atau dikawal BKPM. Total rencana investasinya Rp 50,7 triliun. Dari nilai itu, investasi Rp 26,2 triliun dinyatakan telah terealisasi.

Selain tiga perusahaan itu, perusahaan lain yang dikunjungi adalah PT Semarang Garment dan PT Sri Rejeki Isman di Jawa Tengah. Lalu, PT Lestari Banten, PT Asahimas Chemical, serta PT Chandra Asri Petrochemical dan anak perusahaannya, PT Synthetic Rubber Indonesia. Keempatnya berada di Banten. (BEN)

Sumber: Kompas | 16 Juni 2015

Berikan komentar.