TRP
Kereta Ringan Terintegrasi Aeromovel
18 Juni 2015 \\ \\ 695

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi mendukung pembangunan jaringan kereta ringan atau light rail transit yang menjangkau daerah penyangga Jakarta. Jalur kereta ringan di Bekasi akan diintegrasikan dengan moda transportasi massal aeromovel yang membelah Kota Bekasi.

Di Bekasi terdapat tiga stasiun kereta ringan (LRT) yang akan dibangun pemerintah pusat untuk koridor Cawang-Bekasi. Tiga stasiun itu antara lain terletak di dekat Gerbang Tol Jatibening, dekat Gerbang Tol Bekasi Barat, dan sekitar Gerbang Tol Bekasi Timur. Jalur LRT akan bersisian dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

"Aeromovel akan diintegrasikan dengan LRT supaya warga (Bekasi) bisa menikmati koneksi antarmoda transportasi. Pemkot Bekasi juga siap membangun sarana dan prasarana pendukung di sepanjang jalur LRT," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Senin (15/6).

Aeromovel merupakan moda transportasi massal sejenis monorel yang menggunakan tenaga dorongan angin dan ditargetkan dapat beroperasi pada 2017 di Kota Bekasi. Moda seperti ini sudah dikembangkan di Taman Mini Indonesia Indah.

Aeromovel akan melintas dari kompleks Kemang Pratama, Bekasi Selatan, hingga Harapan Indah, Bekasi Utara, dengan lintasan sepanjang 12 kilometer. Rute aeromovel direncanakan melalui Jalan Ahmad Yani dan Stasiun Bekasi yang berada di tengah Kota Bekasi.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu menambahkan, Pemkot Bekasi akan membangun halte aeromovel di dekat stasiun LRT di Gerbang Tol Bekasi Barat untuk memudahkan masyarakat yang akan berpindah moda transportasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Supandi Budiman mengungkapkan, terkait pembangunan LRT itu, Pemkot Bekasi siap untuk memudahkan segala perizinan, menyesuaikan rute tersebut dengan rencana tata ruang dan wilayah Kota Bekasi, serta pembebasan lahan.

Kereta rel listrik

Masih adanya penumpang kereta rel listrik yang menggunakan tiket harian berjaminan dinilai menjadi penyebab antrean panjang di depan loket stasiun. Untuk itu, PT KAI Commuter Jabodetabek mendorong penumpang menggunakan tiket langganan agar antrean berkurang.

Pelaksana Tugas Manajer Komunikasi PT KCJ Adli Hakim mengatakan, saat ini pengguna tiket langganan mencapai 70 persen dari sekitar 800.000 jumlah penumpang harian. "Saat akhir pekan, pengguna tiket langganan turun hingga 50 persen," katanya saat sosialisasi tiket langganan di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Senin.

Adli mengatakan, penggunaan tiket langganan dapat mengurangi jumlah antrean di depan loket stasiun. Selain itu, transaksi uang tunai juga dapat berkurang sehingga meminimalisasi kebocoran anggaran. (ILO/DNA)

Sumber: Kompas | 16 Juni 2015

Berikan komentar.