TRP
Relokasi Warga Kampung Pulo Masih Alot
18 Juni 2015 \\ \\ 414

JAKARTA — Pelaksanaan relokasi warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, ke rumah susun Jatinegara Barat berjalan alot, Senin (15/6). Dari 350 keluarga yang terdaftar di rusun, baru 105 keluarga yang memindahkan barang-barangnya ke rusun.

Sebagian besar warga Kampung Pulo tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Mereka enggan pindah ke rusun dengan alasan ingin menjalankan ibadah puasa terakhir kalinya di Kampung Pulo.

Setidaknya ada 530 bidang tanah di Kampung Pulo yang terkena proyek normalisasi Kali Ciliwung. Sebagian kecil bidang tanah itu adalah fasilitas umum dan tanah warga yang dilengkapi sertifikat milik.

"Saya sejak lahir sudah di Kampung Pulo. Sampai punya 10 cucu masih tinggal di sini. Bagaimana bisa kami pindah begitu saja," kata Eka (58), warga Gang 5, Kampung Pulo.

Dengan alasan itu, Eka akan tetap bertahan di rumahnya sampai Lebaran. Menurut Eka, dia ingin menikmati puasa terakhir di Kampung Pulo. Eka juga menginginkan agar dia memperoleh ganti rugi atas rumahnya yang terkena proyek normalisasi Kali Ciliwung.

"Kami lebih baik terima ganti rugi. Kami bisa tinggal di mana saja," kata Eka.

Sebagian warga lainnya mengungkapkan akan mengikuti keinginan pemerintah pindah ke rusun Jatinegara setelah Lebaran. Sebagian besar dari warga pun enggan menyampaikan alasannya. "Ya, ini kesepakatan warga," kata seorang warga.

Budi, salah satu ketua RT setempat, mengungkapkan, warga sudah menyampaikan keinginannya agar pelaksanaan relokasi dapat dilaksanakan setelah Lebaran. Kendati pada Kamis lalu surat perintah pertama terkait pengosongan rumah sudah diberikan pemerintah. "Kami sudah sampaikan kepada Lurah Kampung Melayu, tetapi belum ada responsnya," katanya.

Di rusun Jatinegara Barat, sejumlah warga mengangkut perabot rumah tangganya. Namun, sebagian besar dari mereka belum menempati unitnya.

"Orangtua saya tetap tak mau tinggal di rusun. Mereka tetap mau tinggal di rumah. Kebetulan rumah saya juga hanya terkena separuh," kata Faisal (24), warga Gang Anwar, RW 001, Kampung Melayu. Faisal memindahkan barang ke rusun hanya mengikuti prosedur pemerintah.

Peringatan kedua

Hingga Senin siang, 30 truk yang disediakan pemerintah untuk membantu warga pindahan hanya terparkir di jalan.

Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu menyampaikan, pihaknya telah memberikan surat peringatan kedua kepada warga terkait pengosongan rumah.

"Kami memberikan toleransi sampai H+7 Lebaran kepada warga untuk segera pindah ke rusun. Setelah itu kami akan laksanakan penertiban di kawasan Kampung Pulo," kata Bambang. (MDN)

Sumber: Kompas | 16 Juni 2015

Berikan komentar.