TRP
Jalur Kadipaten-Cirebon Diaktifkan
16 Juni 2015 \\ \\ 1467

MAJALENGKA — Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengaktifkan kembali jalur kereta api yang menghubungkan Kadipaten di Kabupaten Majalengka dengan Arjawinangun di Kabupaten Cirebon. Hal itu dilakukan untuk memperkuat aksesbilitas Bandara Internasional Kertajati di Majalengka yang direncanakan beroperasi 2017.

"Masterplan yang dibuat Pemprov Jabar menyebutkan bahwa jalur itu akan diaktifkan kembali atau reaktivasi tahun 2016-2020. Reaktivasi akan menghubungkan jalur lama yang dulu dibangun Belanda, yakni Kadipaten di Majalengka dengan Arjawinangun di Cirebon. Jalur kereta itu akan terkoneksi dengan kereta bandara sehingga orang dari Cirebon yang ingin menuju ke bandara bisa menggunakan kereta api," kata Maman Sutiman, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Majalengka, Jumat (12/6), di Majalengka.

Jalur lama itu tidak aktif sejak 1970. Jalur dibangun Belanda untuk mengangkut tebu ke area pabrik gula yang ada di Cirebon dan Majalengka. Panjang jalur yang menghubungkan kedua daerah itu sekitar 30 kilometer.

"Batas waktu penyelesaian proyek aktivasi memang empat tahun. Namun, jalur itu bisa saja dioperasikan lebih cepat jika ternyata sudah rampung selama dua atau tiga tahun. Tidak harus dioperasikan tahun 2020, tetapi mengikuti selesainya proyek pengerjaan," kata Maman.

Kondisi jalur Kadipaten-Cirebon itu pun saat ini sudah rusak. Banyak rel yang hilang atau terkubur tanah, yang kini banyak dimanfaatkan warga untuk bangunan rumah dan toko. Problem sosial menjadi kekhawatiran utama dalam proyek reaktivasi jalur tersebut.

Bagi Majalengka, reaktivasi jalur kereta Kadipaten-Cirebon akan memberikan akses lebih luas menuju daerah itu. Majalengka akan ikut menikmati kemajuan infrastruktur yang maju pesat di wilayah Cirebon.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik menuturkan, reaktivasi jalur kereta Kadipaten-Cirebon itu tidak sekadar mengaktifkan jalur lama yang sudah mati. Reaktivasi juga akan menghubungkan jalur Tanjungsari di Kabupaten Sumedang dengan Kadipaten. (rek)

Sumber: Kompas | 13 Juni 2015

Berikan komentar.