MyPassion
Arif Budimanta: Reforma Agraria Dorong Pendapatan Masyarakat 15%
02 Agustus 2018 \\ reforma-agraria \\ 69

Jakarta - Kebijakan reforma agraria yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dianggap mampu meningkatkan penerimaan rumah tangga penerima manfaat sekitar 15% per bulan. Karena itulah, program ini sangat penting dalam pengentasan kemiskinan. 

"Kebijakan ini akan mendorong rumah tangga yang tadinya miskin menjadi tidak miskin," ujar Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional(KEIN) Arif Budimanta, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/7/2018). 

Hal itu disampaikannya saat diskusi yang dilaksanakan oleh Solidaritas Ulama Muda Jokowi (SAMAWI) di Jakarta.

Menurut dia, hasil studi yang dilakukan melalui simulasi dengan data survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS) periode Maret 2017, menunjukkan bahwa redistribusi lahan dalam kebijakan reforma agraria mampu menekan ketimpangan. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan di awal 2018, program redistribusi lahan mampu menekan tingkat kemiskinan mencapai 2,95 poin, sehingga persentase orang miskin di Indonesia tersisa satu digit. Bahkan, ketimpangan pun akan turun menjadi 0,391. 

Arif menekankan bahwa hasil studi tersebut sejalan dengan pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pertengahan Juli, bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia turun menjadi 9,82%. Pencapaian tingkat kemiskinan satu digit ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah. 

Lebih lanjut dia menekankan, kondisi perekonomian yang terkonsentrasi pada sekelompok masyarakat, dapat dikoreksi melalui kebijakan reforma agraria. 

"Kebijakan redistribusi lahan ini menjadi sangat penting dan monumental dalam rangka menyejahterakan rakyat," tegasnya. 

Melalui kebijakan tersebut, masyarakat perdesaan memiliki akses terhadap aset yang dimanfaatkan untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan. Dengan demikian, ketimpangan kepemilikan lahan dapat diminimalisasi. Di sinilah, kata dia, pentingnya kebijakan reforma agraria yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi itu. 

Dia menyarankan agar kebijakan reforma agraria diterapkan secara serius. Perlu dikawal agar tepat sasaran, terutama terhadap kelompok penerima manfaat serta terjadi pemerataan. 

Lebih lanjut disampaikan, dari hasil studinya, kebijakan reforma agraria melalui redistribusi lahan ini akan semakin optimal jika didukung oleh program lainnya. Dia menyarankan program pendamping dari reforma agraria ini, antara lain kebijakan pembiayaan untuk menggarap lahan, pendampingan ketrampilan, inovasi teknologi, serta dukungan untuk mengakses pasar hasil lahan yang digarap. 

"Jadi programnya harus terintegrasi, sehingga lebih optimal dalam memberdayakan masyarakat sehingga ketimpangan berpeluang menyempit," ujarnya. 

Arif juga memaparkan, sebenarnya Presiden Jokowi sudah memiliki program yang bagus terkait dengan akses pendanaan, yaitu kredit usaha rakyat (KUR). Sekiranya program ini dapat di integrasikan dengan program reforma agraria, tentu akan memberikan hasil yang maksimal. 

Untuk itulah, dia mengharapkan agar program reforma agraria terus dilanjutkan dengan pelaksanaan yang baik serta evaluasi secara berkala. Dukungan para stakeholders juga sangat penting, karena melalui program tersebut masyarakat Indonesia menjadi lebih memiliki kemampuan untuk berdaya. 

"Inilah semangat yang terkandung dalam pesan para pendiri bangsa dan konstitusi kita, yaitu negara menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi warga," tandasnya. (idr/ega)

 

Artikel ini disadur dari laman https://finance.detik.com pada 22 Juli 2018 

Berikan komentar.