MyPassion
Jokowi: Reforma Agraria Jangan Jadi Program Bagi-bagi Tanah
11 April 2017 \\ reforma-agraria \\ 508

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menagih implementasi pelaksanaan dari program redistribusi aset dan juga program reforma agraria bisa dilakukan dengan konkret dalam rangka merealisasikan pemerataan ekonomi di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan pada saat membuka rapat terbatas (ratas) Lanjutan Pembahasan Kebijakan Pemerataan Ekonomi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

"Saya di dalam rapat terbatas ini langsung saja kepada cara implementasi pelaksanaan dari pembagian redistribusi aset maupun reforma agraria. Karena kemarin kita masih belum bisa langsung tajam pada pelaksanaan itu," kata Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebutkan, implementasi dari dua program tersebut dalam ratas kali ini akan membahas secara tajam, seperti pembagiannya bagaimana, distribusinya seperti apa, siapa yang mendapatkan, dan berapa besarannya.

"Jadi kali kita akan masuk langsung tajam, cara pembagian seperti apa, distribusi seperti apa, siapa yang diberi, berapa hektar tiap kelompok tani, nelayan, rakyat atau pondok pesantren, sehingga menjadi jelas. Kemudian siapa yang mendampingi, agar yang sudah dibagi itu menjadi produktif. Dan skemanya seperti apa agar tidak bisa dijual," tambahnya.

Sementara untuk reforma agraria, kata Jokowi, yang perlu diperhatikan adalah mengenai akses permodalan serta bentuk pendampingannya bagaimana. Dia mengaku, apakah dalam program reforma agraria harus dibentuk badan seperti Lembaga Kemajuan Tanah Persekutuan (FELDA) Malaysia.

"Segera harus kita putuskan pada sore hari ini," jelasnya.

Selain itu, lanjut Jokowi, berkaitan dengan penguatan keterampilan vokasional harus segera dikonkretkan sehingga terjadi pemerataan di Indonesia.

Dia berharap, keputusan mengenai kebijakan pemerataan ekonomi bisa dibawa pada saat Kongres Ekonomi Umat pada 24 April 2017. Baik mengenai reforma agraria maupun program redistribusi aset dalam rangka pemerataan ekonomi di Indonesia.

"Saya ingin ini betul-betul tepat sasaran dan betul-betul mampu menyentuh 40% masyarakat kita yang masih berada dalam ekonomi terbawah. Saya minta 9 juta ha tanah yang akan kita tata kepemilikannya lewat reforma agraria jelas, di mana lokasinya, berapa luasnya, kondisinya seperti apa, siapa yang jadi target. Langsung konkret saja," ungkapnya.

"Saya tidak ingin ini dilihat sebagai program bagi-bagi lahan, ini adalah program yang terintegrasi untuk peningkatan produktivitas, peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di bawah," tandasnya. (dna/dna)

Berita ini disadur dari detik.com - Selasa, 11 April 2017

Berikan komentar.