MyPassion
Tata Kawasan Kumuh, Sandiaga Luncurkan Rumah Hibrida
14 Februari 2018 \\ \\ 243

Jakarta – Banyak cara yang yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menata kawasan kumuh, salah satunya dengan membangun rumah hibrida. 

Untuk itu Pemprov DKI Jakarta pun menggelar pertemuan dengan sejumlah stoke holder, seperti Direktur LSM Human Cities Coalition (HCC) Indonesia Esther Bosgra, perwakilan dunia usaha Direktur AzkoNobel Indonesia Jun de Dios, dan Deputi Gubernur bagian Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Oswar Mungkasa serta perwakilan masyarakat RW 17 kawasan Penjaringan Jakarta Utara.

Pertemuan yang digelar Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, tersebut antara lain menghasilkan kesepakatan untuk menggulirkan program air bersih dan sanitasi serta membangun rumah hibrida. Seperti apa bentuknya, ya? 

1. Bentuk rusun 4-5 lantai

Rumah hibrida ini merupakan model rusun yang dibangun tanpa memindahkan warga. Rusun ini rencananya hanya akan memiliki 4-5 lantai.

“Kalau di sini warga dibangunkan rusun yang memang ada di tempat mereka, jadi mereka enggak kecabut dari ekosistemnya. Mereka tinggal di situ kan mungkin udah puluhan tahun,” kata Sandiaga.

2. Target 5 dari 16 kampung kumuh

Program ini ditargetkan berjalan hingga 5 tahun ke depan untuk 16 kampung kumuh yang padat dan berpenduduk miskin. Dari 16 kampung yang ada, 5 kampung akan dipilih untuk menjadi proyek pertama program ini.

“Kita sudah mendata 16 kampung kumuh di Jakarta dan yang akan kita tata 5 kampung,” sebut Sandiaga.

3. Sudah dilakukan pendataan

Program ini akan segera direalisasikan setelah pembahasan yang dilakukan sejak Oktober lalu dengan menetapkan Penjaringan, Jakarta Utara, sebagai kawasan yang akan dibangun rumah hibrida pertama kali.

“Segera (dilakukan). Ini kan akan uji coba. Ini kan baru pertama kali ya ada public people private bersama-bersama tangani. Sebenernya prosesnya panjang ya. Tapi sekarang udah ada hasilnya, jadi kita mau bicarakan lagi seperti apa karena ini uji coba,” papar Oswar.

4. Peningkatan taraf hidup

Selain rumah hibrida dan akses air bersih serta sanitasi yang baik, Pemprov DKI juga akan menambahkan fasilitas pendidikan serta peluang usaha.  

“Karena di sana mencari lapangan pekerjaan kan susah dan harga bahan pokok meningkat terutama bahan pangan, jadi kita ingin ada peluang ekonomi. Mereka (warga) tetap tinggal di sana, mereka dibangunkan fasilitas di sana yang mudah-mudahan bisa berikan kesempatan bagi mereka dan tingkatkan taraf hidup,” harap Sandiaga.

5. Ingin jadi contoh bagi Indonesia

Jika program ini berhasil, poltikus Gerindra ini berharap rumah hibrida dapat menjadi contoh penataan kawasan kumuh bagi Indonesia.

“Kalau berhasil kita ingin ini jadi contoh bagi kota lain di Indonesia. Kita ingin jadi center of excellencemenangani rumah kumuh di Indonesia,” tutup Sandiaga.

Berita ini di sadur dari https://news.idntimes.com pada 13 Februari 2018

Berikan komentar.