MyPassion
Peta Rawan Banjir Resolusi Tinggi Disusun
24 Februari 2017 \\ \\ 422

Jakarta, (23/2). Perubahan peruntukan lahan dan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem berdampak pada meluasnya daerah terdampak banjir. Karena itu, peta rawan banjir diperbarui dengan resolusi tinggi untuk membantu pemerintah daerah merencanakan pembangunan dan membangun sistem peringatan dini banjir.

Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik Badan Informasi Geospasial (BIG) Nurwadjedi menyampaikan hal itu seusai penandatanganan kerja sama penyusunan peta tersebut pada rapat koordinasi teknis informasi geospasial tematik tahap I tahun 2017 di Jakarta, Kamis (23/2).

Pemetaan tematik dilakukan Kelompok Kerja Informasi Geospasial Tematik Kebencanaan, yakni BIG, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Kerja sama itu terjalin sejak 2005.

"Pada penyusunan peta banjir, kami melakukan 'arisan' data," ujarnya. BIG memasok peta dasar, peta sistem lahan, dan peta tutupan lahan. BMKG memasok peta curah hujan. Kementerian PUPR menyediakan data historik banjir dan dipakai untuk memantau kondisi drainase.

Daerah cakupan peta akan ditingkatkan dan kian rinci dengan data spasial resolusi tinggi. Menurut Sekretaris Utama BMKG Widada Sulistyo, 40 kabupaten rawan banjir belum terpetakan.

Peta rawan banjir memakai peta dasar skala 1:250.000. Pemetaan tahap berikutnya menggunakan peta dasar terbaru skala 1:50.000 dari BIG. "Peta prediksi banjir diperbarui karena tutupan lahan berubah dan pola curah hujan fluktuatif," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo.

Pemetaan rawan banjir berbasis peta sistem lahan dan model elevasi digital. "Ada tipe banjir bandang, banjir sungai, dan banjir pesisir," kata Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik BIG Lien Rosalina. (YUN)

Berita ini disadur dari Harian Kompas, Jumat, 24 Februari 2017

Berikan komentar.