MyPassion
Lahan untuk Waduk Belum Tuntas
15 Januari 2016 \\ rpjmn,rtrw \\ 1139

JAKARTA, KOMPAS — Sebagian besar rencana pembuatan waduk di wilayah Jakarta masih terkendala persoalan lahan. Di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, misalnya, lahan yang diproyeksikan untuk waduk masih dalam proses sengketa.

Pembuatan waduk ini masih memakan waktu lama. Pantauan pada Jumat (8/1) di lokasi bakal waduk di Jalan Boulevar Artha Gading, spanduk tentang rencana pembuatan waduk masih terpampang. Meski begitu, tak ada aktivitas pekerja ataupun alat berat. Sebuah bangunan permanen terlihat di dalam lokasi waduk.

Lurah Kelapa Gading Barat Alamsyah menyampaikan, ada sebagian lahan di bakal lokasi waduk tersebut yang masih dalam sengketa. Beberapa waktu lalu, pihaknya pernah dipanggil pengadilan untuk meninjau lokasi lahan dimaksud.

“Malah ketika saya ingin masuk ke lokasi, dilarang sama petugas pengamanan. Saya juga heran. Makanya, kalau lihat kondisinya seperti ini, saya rasa masih butuh waktu lama sampai waduk ini bisa terbangun,” kata Alamsyah.

Menurut Alamsyah, lahan seluas sekitar 17 hektar di lokasi tersebut dimiliki tiga pihak, yakni Badan Pertanahan Nasional dan dua pihak swasta. “Salah satu pihak swasta itu sedang beperkara untuk lokasi,” lanjutnya.

Sebelumnya, lahan milik BPN seluas 3,8 hektar pernah dikeruk pemerintah pada Juni 2015 lalu. Namun, dua bulan setelahnya, pengerukan waduk dihentikan dengan alasan desain dan rencana program yang belum jelas.

Alamsyah menambahkan, wilayah ini sebenarnya darurat pengadaan waduk. Itu karena kapasitas air sistem drainase yang ada sudah tak mampu lagi menampung air, terutama saat musim hujan.

Selain di Kelapa Gading, ada dua bakal lokasi waduk lain yang juga masih terkendala lahan. Lokasi tersebut untuk Waduk Marunda dan Waduk Rorotan.

Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendarwan menyampaikan, pihaknya untuk sementara menyiapkan anggaran Rp 600 miliar untuk pembebasan lahan waduk di seluruh Jakarta. Total bidang lahan yang akan dibebaskan hingga saat ini masih diinventarisasi.

Pada 2015 lalu, lanjut Teguh, pihaknya telah membebaskan 17 bidang lahan dari 19 bidang yang direncanakan. (JAL)

Berikan komentar.