MyPassion
Membangun Kota Sehat
05 Mei 2015 \\ \\ 1331

Kompas, (5/5). Kota Padang Panjang yang dikelilingi tiga gunung, yakni Marapi, Singgalang, dan Tandikat, memiliki potensi peternakan yang tinggi. Karena itu, pemerintah kota mulai menggarap sektor ini, terutama dalam industri penyamakan kulit sapi. Kulit sapi disamak dan dikirim ke sejumlah kota di Indonesia dan sebagian diolah menjadi aneka kerajinan, seperti sepatu dan tas kulit.

Potensi susu dari sapi perah juga tengah digarap. Dinas pertanian membuka rumah susu yang menjual aneka olahan susu sapi segar. Rumah susu yang baru dibuka beberapa bulan terakhir ini juga mendapat sambutan yang besar, terutama dari pelajar.

Wakil Wali Kota Padang Panjang Mawardi mengatakan, fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pembenahan pusat-pusat aktivitas ekonomi, seperti perbaikan pasar induk dan pasar sayur. Sekolah-sekolah kejuruan juga dibangun agar siswa siap kerja.

"Untuk tetap menjaga moral, kami bekerja sama dengan para tokoh agama dan tokoh adat. Kami menyadari, sebagian besar masyarakat masih sangat menghormati tokoh agama dan tokoh adat sehingga melalui mereka pesan-pesan kami sampaikan," kata Mawardi.

Untuk membangun kota sehat, pemkot menyediakan empat puskesmas di empat kecamatan dengan tujuh puskesmas pembantu. Tiap kelurahan juga terdapat satu poliklinik desa dengan satu bidan yang selalu siaga.

Selain itu, terdapat 24 pos penyakit tidak menular. Di pos ini, warga dapat memeriksakan diri, mengecek hipertensi, gula darah, ataupun kolesterol.

Peraturan daerah tentang tertib rokok, yang sebelumnya tidak diatur sanksinya, telah diperbarui dengan aturan terbaru tahun 2014. Kini, ada denda bagi mereka yang merokok di tempat- tempat yang dilarang, sebesar Rp 50.000-Rp 5 juta. Pelanggar juga akan dipublikasikan di koran lokal.

Sertifikat serta uang

Sebelumnya, warga yang berhenti merokok juga diberi penghargaan. Melalui laporan kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), warga yang berhasil berhenti merokok dicatat dan diberi sertifikat serta uang Rp 100.000. Selama 2010-2014, tercatat paling tidak ada 1.000 orang yang berhenti merokok. Kini penghargaan berupa uang tidak lagi diberikan setelah bantuan sosial dilarang.

"Prinsip kami waktu itu, lebih baik kehilangan uang dari iklan rokok, tetapi dana untuk kesehatan berkurang. Angka penyakit infeksi saluran pernapasan berkurang dan warga menjadi lebih sehat," ujar Mawardi.

Selain itu, pemkot juga mengerahkan petugas satuan polisi pamong praja untuk berkeliling ke setiap kelurahan setiap hari. Petugas satpol PP ini bertugas mengecek kondisi fasilitas umum, juga menegur warga jika warga melanggar perda.

Kepala Bidang Humas Pemkot Padang Panjang Ampera Salim menunjukkan, setiap kepala dinas tergabung dalam grup Whatsapp yang berisi laporan lapangan satpol PP setiap hari. Laporan itu, segera setelah diunggah, akan ditanggapi oleh dinas terkait dan ditindaklanjuti sesegera mungkin.

"Kalau memang membutuhkan penanganan segera pasti akan ditindaklanjuti. Tidak mungkin lagi menghindar karena diketahui dinas-dinas yang lain," ujar Ampera.

Sumber berita:http://print.kompas.com/baca/2015/05/05/Membangun-Kota-Sehat

Berikan komentar.