MyPassion
PU Revitalisasi Kebun Raya di Beberapa Daerah
03 Oktober 2014 \\ \\ 2443

BOGOR – Dalam lima tahun mendatang (2015–2019), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta pemerintah daerah siap membangun serta merevitalisasi kebun raya di berbagai daerah. Sebanyak 12 kebun raya telah diprioritaskan untuk ditangani, dan 7 kebun raya daerah di antaranya dikembangkan dari tahap perencanaan dan pelaksanaan hingga tahap pengelolaan.

“Kami telah melakukan dan menyiapkan dukungan untuk pembangunan kebun raya di Indonesia, utamanya melalui program Pengembangan Kota Hijau (P2KH),” papar Menteri PU, Djoko Kirmanto, dalam pencanangan revitalisasi dan pembangunan kebun raya di Indonesia 2015–2019, di Bogor, Selasa (30/9).

Tujuh kebun raya yang dimaksud di antaranya Kebun Raya Jompie Npare-Pare, Kebun Raya Liwa, Kabupaten Lampung Barat. Adapun lima kebun raya yang sudah dalam tahap pengelolaan dan akan ditingkatkan serta dimantapkan fungsinya di antaranya Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Eka Karya, dan Kebun Raya Bedugul, Bali.

“Berdasarkan roadmap kebutuhan 12 kebun raya prioritas tersebut serkurang-kurangnya perlu anggaran 1,24 triliun rupiah selama lima tahun ke depan,” tutur Djoko Kirmanto.

Dirjen Penataan Ruang, Kementerian PU, Basuki Hadimulyono, menjelaskan penataan ruang merupakan bagian penting dalam mengatasi berbagai persoalan pembangunan. Disadari, tantangan pembangunan ke depan adalah urbanisasi yang terus meningkat dengan pertumbuhan 1,52 persen per tahun. Selain itu, perubahan iklim yang begitu ekstrem, juga persoalan krisis air. “Hujan berdurasi besar dalam waktu terbatas menimbulkan banjir serta di tempat lain kekeringan melanda,” paparnya.

Kebutuhan air ke depan sekitar 900 m3 per kapita per tahun, tetapi sekarang ini hanya mampu tercukupi sekitar 56 m3 per kapita setahun. Di sisi lain, potensi cadangan air yang belum termanfaatkan begitu besar, sekitar 3,9 triliun m3 per tahun.

Menurut Basuki, untuk mengatasinya, perlu memperkuat regulasi pemanfaatan serta pengendalian tata ruang. Untuk itu, target 30 persen ruang terbuka hijau yang dilakukan dalam RTRW per wilayah harus segera diwujudkan. “Sekitar 80 persen pemda telah memiliki RTRW, dan 30 RTH di dalamnya adalah 20 RTH publik ditambah 10 persen private,” paparnya.

Revitalisasi serta pembangunan kebun raya merupakan salah satu upaya memperluas RTH serta mengejar target luasan RTH masing-masing wilayah. “Pembangunan serta revitalisasi Kebun Raya Cibodas, merupakan salah satu untuk menahan besarnya alih fungsi lahan lindung,” tegasnya.

Megawati Soekarno Putri, Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia, mengajak masyarakat turut terlibat dalam pengelolaan kebun raya. Apalagi Indonesia sangat kaya akan ragam hayati yang langka dan tidak ada di negara maju.

“Kita memiliki keragaman hayati luar biasa, jangan terlena dan membiarkan begitu saja, nanti malah diambil dan dikembangkan negara lain,” tegasnya


Sumber : http://koran-jakarta.com/21089

Berikan komentar.