MyPassion
Untuk Cegah Korupsi, Kantor Pertanahan Kabupaten Fak-Fak Pisahkan Front Office dan Back Office
04 Juli 2014 \\ reforma-agraria \\ 1236

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Fak-Fak Nur Sofa, S.H mengatakan pihaknya memisahkan antara back office dengan front office dalam pelaksanaan pelayanan pertanahan, sehingga tindak Korupsi dapat dicegah, karena antara pejabat Kantor Pertanahan dengan masyarakat tidak saling berhubungan. Hal tersebut dikatakan Nur Sofa kepada tim Humas BPN RI di sela-sela acara Penyerahan Sertipikat oleh Inspektur Utama kepada warga masyarakat di Kantor Pertanahan Kabupaten Sorong, Selasa (24/6).

Seperti diketahui, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Kantor Pertanahan Kabupaten Fak-Fak Provinsi Papua Barat telah selesai membangun gedung baru dan telah diresmikan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI) Hendarman Supandji saat kunjungan ke Provinsi Papua Barat pada bulan November tahun lalu.

Lebih lanjut Nur Sofa mengatakan bahwa selain membangun loket, pihaknya juga membuat model partisi untuk meja pegawai. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga ketenangan dan kenyamanan kerja masing-masing pegawai, sehingga dapat bekerja dengan baik dalam melayani masyarakat. “Delapan puluh persen pegawai yang bekerja merupakan perantau dari daerah di luar Papua, sehingga dibutuhkan kenyamanan dalam bekerja sehingga pegawai dapat kerasan,” katanya.

Dengan keterbatasan pegawai yang ada, Kantor Pertanahan Kabupaten Fak-Fak saat ini telah menyelesaikan 63 % pensertipikatan tanah melalui Prona, dari target yang telah ditentukan 300 bidang telah diselesaikan 189 bidang. Tanah-tanah yang ditargetkan untuk dikeluarkan sertipikatnya tersebut tersebar di tiga distrik yang ada di Kabupaten Fak-Fak yaitu Distrik Fak-Fak Barat, Fak-Fak Tengah dan Fak-Fak.

Koordinasi yang baik antar unit kerja yaitu tata usaha dengan seksi-seksi teknis yang diterapkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Fak-Fak mengakibatkan target realisasi fisik dan keuangan dapat dicapai sebagaimana yang diharapkan.

Berikan komentar.